Masyarakat Diminta Siaga, BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Juni-Agustus 2025

oleh -1773 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak musim kemarau di Indonesia akan berlangsung pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2025. Masyarakat diimbau untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak musim kemarau tersebut.

Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa musim kemarau diperkirakan mulai memasuki wilayah Indonesia sejak April 2025. Dalam laporan resminya, Dwikorita menjelaskan bahwa kondisi puncak kemarau akan melanda sebagian besar wilayah Tanah Air pada pertengahan tahun ini.

“Puncak musim kemarau 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Juni, Juli, dan Agustus 2025,” ujarnya, Kamis (1/5/2025).

Lebih lanjut, Dwikorita juga membeberkan hasil pemantauan BMKG terhadap dinamika atmosfer dan laut global. Berdasarkan data suhu muka laut awal Maret 2025, fenomena La Nina di Samudra Pasifik telah beralih ke fase Netral, dan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia juga berada pada fase Netral.

“BMKG memprediksi kedua fenomena iklim global tersebut (ENSO dan IOD) akan tetap berada dalam fase netral sepanjang musim kemarau 2025,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa kondisi atmosfer dan laut yang netral ini menandakan musim kemarau tahun ini berada dalam kategori normal, tanpa pengaruh kuat dari anomali iklim global seperti El Nino atau La Nina.

“Jadi, utamanya adalah karena tidak adanya dominasi iklim global seperti El Nino, La Nina, dan IOD. Prediksi kami, iklim tahun ini adalah normal dan tidak sekering tahun 2023 yang berdampak pada banyak kebakaran hutan,” jelas Ardhasena.

Meski demikian, Ardhasena mengingatkan bahwa potensi hujan masih tetap ada, terutama di beberapa wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau dengan karakteristik di atas normal.

Baca Juga :  BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Mulai 16-22 November 2024

BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk tetap waspada terhadap potensi dampak musim kemarau, seperti kekeringan, penurunan debit air, hingga kerawanan kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan. (pur)