Pj Gubernur Adhy Tinjau Pasar Hewan Kota Probolinggo, Pastikan Kesehatan Ternak dan Antisipasi PMK

oleh -661 Dilihat

KILASJATIM.COM, Probolinggo – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Hewan di Kelurahan Jrebeg Kidul, Kota Probolinggo, Selasa (14/1/2024). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelayakan hewan ternak yang dijual di tengah merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta mengimbau semua pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan ternak dan mencegah penularan penyakit.

Adhy tiba di pasar didampingi Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono. Setibanya, ia langsung meninjau alur keluar masuk kendaraan pengangkut hewan ternak. Setiap kendaraan yang masuk ke pasar disemprot disinfektan oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk memastikan kebersihan dan mencegah penyebaran virus PMK.

Selain itu, Adhy juga memantau langsung proses vaksinasi dan pemberian obat pada sapi yang dilakukan di pasar tersebut. Ia menyempatkan diri membagikan vitamin kepada peternak dan berdialog untuk mendengar langsung kondisi mereka.

“Kunjungan ini penting untuk memastikan hewan ternak yang dipasarkan sehat dan layak dijual. Kita ingin menjaga perekonomian tetap stabil meskipun wabah PMK masih terjadi. Untuk itu, pasar hewan tetap kita buka, tetapi dengan pengawasan ketat,” kata Adhy kepada media.

Adhy menekankan pentingnya kerja sama antara peternak, pengelola pasar, dan pemerintah dalam menangani wabah ini. Ia meminta agar ternak yang menunjukkan gejala PMK tidak dibawa ke pasar untuk menghindari penularan kepada ternak lainnya. “Jika ada sapi yang sakit, segera obati terlebih dahulu. Berikan vitamin dan pengobatan yang dibutuhkan, baru setelah itu bisa dibawa ke pasar,” ujarnya.

Terkait upaya pemerintah, Adhy memastikan bahwa vaksinasi akan terus digencarkan. Pada awal Januari 2025, sebanyak 12.500 dosis vaksin PMK telah tersedia berkat bantuan dari Kementerian Pertanian. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berencana menambah 320.000 dosis vaksin pada akhir Januari, sementara kebutuhan lebih besar akan dipenuhi dengan tambahan 1,4 juta dosis vaksin yang akan tiba bulan depan.

Baca Juga :  5 Ton Beras Digelontorkan dalam Operasi Pasar Murah Kota Malang

“Sejauh ini, sudah ada 25.000 dosis vaksin yang diberikan kepada masyarakat. Peternakan besar juga sepakat untuk melakukan pengobatan secara mandiri. Kami ingin memastikan seluruh ternak di Jawa Timur terlindungi,” jelasnya.

Adhy juga menyoroti pentingnya pengendalian lalu lintas hewan ternak antardaerah. Ia menegaskan bahwa hanya ternak yang sudah divaksin yang boleh melintas antarprovinsi. “Kami meminta kesadaran semua pihak, terutama pemilik sapi, untuk tetap mematuhi aturan ini. Jangan khawatir, pemerintah sudah menyiapkan kebutuhan seperti vitamin, obat, dan vaksin,” tambahnya.

Data terbaru dari sistem pelaporan iSIKHNAS per 13 Januari 2025 menunjukkan bahwa sejak 1 Desember 2024 hingga kini, terdapat 12.934 ekor sapi yang terkena PMK di Jawa Timur. Jumlah ini setara dengan 0,4 persen dari total populasi sapi potong dan sapi perah di provinsi tersebut yang mencapai 3,3 juta ekor. Dari total itu, 8.500 ekor (65 persen) sedang dalam proses pengobatan, 3.473 ekor (26 persen) dinyatakan sembuh, 689 ekor (5,4 persen) mati, dan 272 ekor (2,1 persen) terpaksa dipotong.

Adhy mengungkapkan, meskipun angka tersebut tergolong kecil dibandingkan populasi total, langkah preventif harus terus dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas. “Kami ingin memastikan bahwa Jawa Timur tetap menjadi pusat ternak yang sehat dan produktif. Upaya ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk pemerintah, peternak, dan masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menekan angka penyebaran PMK, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi peternak yang bergantung pada pasar hewan sebagai salah satu roda penggerak perekonomian lokal. (FRI)