Khofifah Ajak Santri Perkuat Pendidikan, Teknologi, dan Ekonomi Menuju Indonesia Emas

oleh -15 Dilihat

KILASJAIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh santri dan keluarga besar pesantren memperkuat kontribusi dalam pembangunan bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Khofifah mengatakan, ekosistem santri memiliki potensi besar untuk menjadi modal pembangunan Jawa Timur sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Saya meyakini, ekosistem santri merupakan modal besar bagi kemajuan suatu bangsa. Ekosistem ini tidak hanya terdiri atas santri, tetapi juga kiai, pesantren, alumni, keluarga, pelaku usaha, dan masyarakat yang saling menguatkan,” ujar Khofifah, Kamis, 22/10/2026.

Menurut dia, kekuatan tersebut perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kesempatan ekonomi, serta mencetak sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing.

Khofifah juga mendorong santri mengambil peran aktif menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan transformasi digital.

Ia menilai teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan pesantren melalui pendampingan pembelajaran, pengembangan literasi, penerjemahan bahan kajian, hingga pengenalan ilmu pengetahuan.

Selain itu, platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas dakwah melalui video pendek, podcast, kelas daring, dan infografik.

“Santri harus menjadi pelaku, inovator, dan pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Meski demikian, Khofifah mengingatkan penguasaan teknologi harus tetap dibarengi akhlak, integritas, dan tanggung jawab. Menurutnya, AI tidak boleh menggantikan kedalaman ilmu maupun otoritas keilmuan para ulama.

“Pemanfaatan AI dalam dakwah harus disertai verifikasi sumber, kehati-hatian, dan bimbingan para ulama,” katanya.

Selain pendidikan dan teknologi, Khofifah menyoroti potensi pesantren dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ia mendorong pengembangan kewirausahaan, koperasi, UMKM, pertanian, industri halal, serta ekonomi digital di lingkungan pesantren.

Baca Juga :  Khofifah : Bertambah 58 Kasus Positif Covid-19 di Jatim

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas alumni dinilai penting untuk memperkuat kemandirian pesantren.

“Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Khofifah juga mengajak santri menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa. Nilai kebersamaan, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, dan kepedulian terhadap sesama yang tumbuh di pesantren dinilai menjadi modal penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia meminta santri mengisi ruang digital dengan konten yang menyejukkan, melawan hoaks, serta menolak ujaran kebencian dan provokasi.

“Santri harus menjadi jembatan persaudaraan, merawat persatuan, serta menolak ujaran kebencian dan segala bentuk provokasi,” tuturnya.

Khofifah berharap momentum Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bagi keluarga besar pesantren untuk memperkuat pengabdian melalui iman, ilmu, teknologi, ekonomi, dan persatuan.

“Jadilah santri yang kokoh dalam iman, luas dalam ilmu, unggul dalam teknologi, mandiri dalam ekonomi, dan teguh menjaga persatuan Indonesia,” pungkasnya.(Fri)