Kadin Tantang Pakistan Transfer Teknologi Budidaya dan Bibit Tembakau di Jawa Timur 

oleh -15 Dilihat
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menerima kunjungan  industri Pakistan ke Graha Kadin Jatim. (Ist/dok)

KILASJATIM. COM, Surabaya  – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menerima kunjungan  industri Pakistan ke Graha Kadin Jatim bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan calon pembeli dan menjajaki peluang perdagangan tembakau Pakistan.

Peluang impor tembakau Virginia dari Pakistan ke Jawa Timur terbuka seiring tingginya kebutuhan industri hasil tembakau (IHT) di daerah tersebut, namun  Kadin Jawa Timur berharap kerja sama perdagangan itu tidak sebatas mendatangkan bahan baku, tetapi juga disertai transfer teknologi, pengembangan bibit, dan kerja sama budidaya agar memberikan nilai tambah bagi industri tembakau di dalam negeri.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan, Jawa Timur merupakan salah satu sentra utama tembakau nasional sekaligus provinsi dengan jumlah industri hasil tembakau terbanyak di Indonesia. Di sisi lain, kebutuhan tembakau Virginia untuk industri rokok di Jatim masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Boleh-boleh saja mereka masuk ke sini. Namun, kami berharap ada tukar teknologi. Jadi, tidak hanya membawa tembakau dari negara tertentu, tetapi juga ada kerja sama budidaya, pengembangan bibit, dan  teknologinya,” ujar Adik Dwi Putranto saat menerima kunjungan industri Pakistan ke Graha Kadin Jatim, Rabu (20/10/2026).

Menurut Adik, tembakau Virginia menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama dengan negara-negara pemasok. Selain Pakistan, sejumlah negara yang selama ini menjadi sumber pasokan tembakau Virginia untuk Indonesia antara lain Brasil dan Zimbabwe.

Negara-negara tersebut memiliki potensi pasokan karena produksi tembakau Virginia di negara asal relatif melimpah. Sementara itu, industri hasil tembakau di Jawa Timur membutuhkan pasokan Virginia dalam jumlah besar, tetapi produksi lokalnya masih terbatas.

Baca Juga :  Bursa Efek Indonesia Resmikan 6 Galeri Investasi di Jawa Timur

Adik menilai, peluang perdagangan tembakau impor seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan produksi di dalam negeri. Salah satu tantangannya adalah mengembangkan varietas Virginia yang sesuai dengan kondisi agroklimat Indonesia sehingga ketergantungan terhadap pasokan impor dapat dikurangi.

“Ini bisa menjadi bahan kajian bagi kampus yang memiliki basis pertanian, balai penelitian, maupun lembaga riset lainnya. Bagaimana menghasilkan tembakau Virginia yang benar-benar bisa dibudidayakan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Nsyniyaz Tobacco Company, Shaheer Kham, mengatakan perusahaannya telah menjalin komunikasi bisnis dengan Indonesia selama sekitar dua tahun.

“Kami sangat senang dengan upaya yang telah dilakukan untuk menjalin hubungan dengan pembeli di sini. Kami menantikan peluang bisnis dengan pasar Indonesia, khususnya pembeli di industri tembakau,” ujarnya.

Shaheer menilai Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan seiring berkembangnya industri tembakau. Perusahaannya ingin memperkenalkan produk tembakau Pakistan kepada pembeli Indonesia sekaligus membangun hubungan bisnis jangka panjang.

Ia mengakui tembakau Pakistan masih perlu memperluas pengenalan pasar di Indonesia. Menurutnya, harga menjadi salah satu tantangan dalam persaingan dengan produk dari negara lain, termasuk India dan Bangladesh. Meski demikian, ia mengeklaim tembakau Pakistan memiliki kualitas yang lebih baik.

Bagi Kadin Jatim, masuknya pemasok tembakau dari Pakistan maupun negara lain dapat menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Namun, kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang lebih strategis melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan pengembangan budidaya di dalam negeri. (nov)