Dosen Ubaya Kantongi Empat Paten Herbal

oleh -29 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Dosen Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (FF Ubaya), Dr. apt. Marisca Evalina Gondokesumo, S.H., M.H., S.Farm., M.Farm.Klin., memiliki empat paten inovasi berbasis bahan alam Indonesia pada usia 38 tahun.

Keempat inovasi tersebut meliputi obat kumur berbahan ekstrak daun stevia, tisu wajah dari kulit jagung, ekstrak kulit manggis untuk menghambat pertumbuhan sel kanker leukemia HL-60, serta tisu antibakteri berbahan kulit jagung dengan tambahan kitosan dan ekstrak kulit manggis.

Salah satu inovasi tersebut, yakni tisu antibakteri dari kulit jagung, mengantarkan Marisca terpilih sebagai dosen muda dengan paten inspiratif. Sertifikat paten sederhana itu diserahkan Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., bersama Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar di Surabaya pada September lalu.

Marisca mengatakan, risetnya berangkat dari keinginan mengoptimalkan kekayaan biodiversitas Indonesia untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus menghasilkan inovasi yang bermanfaat. “Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas nomor dua di dunia yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk menunjang kualitas kesehatan masyarakatnya. Namun, pada faktanya, pemanfaatan dan riset ilmiah untuk pembuktian manfaatnya masih sangat minim dilakukan,” ujarnya.

Selain mengembangkan produk berbasis bahan alam, Marisca meneliti nanopartikel ekstrak kulit manggis untuk menghambat pertumbuhan sel kanker leukemia HL-60 yang memperoleh paten pada 2025. Ia juga memimpin pengabdian masyarakat di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, yang mengembangkan desa atsiri hingga meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Marisca pernah menjabat Ketua Pusat Informasi dan Pengembangan Obat Tradisional (PIPOT) Ubaya pada 2022–2025. Kini, ia bertugas sebagai Koordinator Sentra Kekayaan Intelektual Ubaya untuk mendukung perlindungan dan pemanfaatan hasil riset.

Ke depan, Marisca berkomitmen terus mengembangkan potensi etnobotani Indonesia sekaligus mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi melalui penelitian. “Saya juga akan terus berinovasi dan mencari potensi etnobotani Indonesia untuk diberdayakan sebagai obat herbal,” pungkas Marisca.(tok)

Baca Juga :  Juragan 99 Trans Hadirkan Dua Bus Double Decker Private Class, Perkuat Layanan Premium AKAP