Bupati Ajak PKB Bersinergi Bangun Bondowoso, Ahmad Dhafir Bidik Penambahan Kursi pada 2029

oleh -380 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus memantapkan konsolidasi partai menghadapi Pemilu 2029.

Bupati Bondowoso mengajak seluruh jajaran PKB untuk mengesampingkan perbedaan politik dan bersama-sama mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, menegaskan komitmen partainya untuk memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.

Pesan tersebut mengemuka dalam pengukuhan pengurus DPC PKB Bondowoso di Graha NU. Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan dan berharap amanah organisasi dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, membangun Bondowoso membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk partai politik. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang merata.

“Membangun Kabupaten Bondowoso itu ibarat mendayung sebuah perahu besar. Saya tidak mungkin mendayungnya sendirian. Kehadiran PKB selama ini telah menjadi salah satu mesin penggerak utama perahu tersebut,” ungkapnya. Sabtu 17/10/2026

Bupati mengajak PKB dan seluruh elemen politik untuk terus berjalan berdampingan, tanpa menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai penghalang dalam membangun daerah.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik dan kerja nyata untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Mari kita lepaskan sejenak batas-batas politik dan berfokus pada satu tujuan yang sama, yakni kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso. Kita selesaikan masalah dari hilir ke hulu dengan komunikasi yang hangat dan kerja nyata,” tegasnya.

Ia juga berharap pengurus PKB dapat terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, mendengarkan keluhan warga di pelosok desa maupun kawasan perkotaan, serta berkontribusi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan daerah.

Senada dengan ajakan tersebut, Ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhafir menegaskan bahwa kekuatan politik harus diiringi dengan tanggung jawab yang besar terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Ini Harapan Bupati Salwa Terhadap MUI Bondowoso

Menurutnya, partai yang memiliki perolehan suara atau kursi terbesar mempunyai tanggung jawab lebih besar pula untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Karena itu, kemenangan politik tidak boleh berhenti pada perolehan kursi, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata.

“Partai yang memiliki saham terbesar tentu memiliki tanggung jawab yang lebih besar pula. Muara dari semua perjuangan politik ini adalah kesejahteraan rakyat,” ujar Ahmad Dhafir.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten hingga desa perlu terus diperkuat untuk mencari solusi atas persoalan masyarakat dan merealisasikan program pembangunan. Terlebih, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, diperlukan komunikasi dan perencanaan yang matang agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.

Bidik Penambahan Kursi pada Pemilu 2029

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Dhafir juga memaparkan perjalanan perolehan kursi PKB di Bondowoso. Pada awal berdirinya, PKB pernah meraih 28 kursi. Pada 2004, perolehan tersebut turun menjadi 23 kursi, sedangkan saat ini berada di angka 16 kursi.

Kondisi itu menjadi bahan evaluasi bagi PKB untuk memperkuat strategi politik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat menjelang Pemilu 2029.

Ahmad Dhafir menyebut, penambahan kursi merupakan cita-cita setiap partai politik. Untuk itu, PKB Bondowoso berupaya memperkuat konsolidasi dan menata organisasi agar mampu memperoleh hasil lebih baik pada pemilu mendatang.

Meski jumlah kursi mengalami penurunan dibandingkan masa awal berdirinya, ia menilai soliditas dan kekompakan internal partai saat ini semakin baik.

Penataan kepengurusan yang dilakukan secara berkelanjutan pada periode 2014, 2019 hingga 2024 telah menjangkau seluruh tingkatan, mulai dari DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga pengurus ranting.

Menurutnya, struktur organisasi yang tertata menjadi modal penting untuk membangun kekuatan partai sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Lebih dari 50 Persen Pengurus Berasal dari Kalangan Muda

Selain memperkuat struktur organisasi, PKB Bondowoso juga memberikan ruang besar kepada generasi muda dalam kepengurusan baru.

Baca Juga :  Sidoarjo Matangkan Persiapan Jelang ASEAN U-17 Championship 2026

Ahmad Dhafir menyebut, lebih dari 50 persen pengurus DPC PKB Bondowoso berasal dari kalangan milenial dan Generasi Z. Komposisi tersebut diharapkan mampu membawa semangat baru sekaligus memperkuat hubungan partai dengan pemilih pemula.

Menurutnya, keterlibatan anak muda bukan sekadar pelengkap kepengurusan, melainkan bagian dari regenerasi kepemimpinan dan upaya memahami aspirasi generasi yang lebih muda.

Ia menegaskan, kepengurusan partai bersifat kolektif dan kolegial sehingga setiap pengurus memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi sesuai perannya masing-masing.

Dengan keterlibatan generasi muda, PKB diharapkan semakin terbuka terhadap gagasan baru dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Jabatan Publik Harus Berpihak kepada Rakyat

Ahmad Dhafir juga mengingatkan bahwa jabatan publik bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap pejabat harus memahami tugas, kewenangan, serta aturan yang melekat pada jabatannya. Sebab, tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan adalah memberikan pelayanan dan memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari pembangunan.

Ia mencontohkan evaluasi terhadap lambatnya proses evaluasi gubernur terkait APBD. Menurutnya, kritik terhadap proses tersebut bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai bentuk dorongan agar tahapan pemerintahan berjalan tepat waktu.

Dengan waktu pelaksanaan anggaran yang terbatas, koordinasi dan pemahaman terhadap aturan menjadi penting agar program pembangunan tidak terhambat dan masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.

Pada akhirnya, pengukuhan pengurus DPC PKB Bondowoso diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara partai politik dan pemerintah daerah.

Bupati berharap PKB terus berkontribusi dalam pembangunan melalui komunikasi dan kerja sama yang konstruktif. Sementara itu, Ahmad Dhafir menargetkan konsolidasi organisasi dan keterlibatan generasi muda menjadi kekuatan untuk meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029.

Keduanya menekankan pentingnya menjadikan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama, sehingga dinamika politik dapat berjalan seiring dengan upaya mewujudkan Bondowoso yang lebih sejahtera.(wan)