Penang-AirAsia Gandeng Travel Agent Jatim, Bidik Wisatawan Indonesia

oleh -81 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Penang Gandeng AirAsia dan Travel Agent Jatim, Genjot Wisatawan Indonesia. (Foto: cit/kilasjatim.com)

KILASAJTIM.COM, Surabaya – Penang makin serius menggarap pasar wisatawan Indonesia. Penang Global Tourism (PGT) menggandeng Indonesia AirAsia dan agen perjalanan untuk mendorong lebih banyak kunjungan dari Indonesia ke Penang, Malaysia.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia AirAsia dan PGT dalam Penang Roadshow di Surabaya, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan delegasi pariwisata Penang dengan anggota DPD ASTINDO Jawa Timur.

Delegasi Penang dipimpin YB Wong Hon Wai, Penang State EXCO for Tourism and Creative Economy. Menurut Wong, Indonesia merupakan pasar penting karena hubungan kedua wilayah sudah lama terjalin, mulai dari perjalanan keluarga, bisnis, kesehatan hingga wisata.

“Indonesia dan Penang memiliki hubungan erat yang telah terjalin sejak lama. MoU ini menjadi landasan untuk bekerja sama lebih erat dengan Indonesia AirAsia,” kata Wong.

Wong mengatakan Penang tidak hanya menawarkan wisata, tetapi juga layanan kesehatan, kuliner, wisata alam hingga pengalaman budaya. Karena itu, wisatawan Indonesia didorong tidak sekadar datang untuk keperluan medis atau bisnis, tetapi juga mengeksplorasi destinasi Penang.

Saat ini, akses penerbangan langsung dari Indonesia menjadi salah satu kekuatan Penang. Indonesia AirAsia melayani penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya dan Medan dengan total 36 penerbangan per pekan.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 90 penerbangan langsung per pekan dari sejumlah kota di Indonesia menuju Penang. Rute langsung dari Batam juga disebut akan ditambah.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia Capt Achmad Sadikin Abdurachman mengatakan Penang memiliki potensi besar untuk pasar wisatawan Indonesia. Hingga kini, Indonesia AirAsia mencatat sekitar 280 ribu penumpang pada rute Indonesia-Penang.

“Penang ini potensinya besar. Kami melihat masih banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama,” ujar Achmad.

Baca Juga :  TOP! Tata Kelola Manajemen ASN Pemkab Banyuwangi Sabet Dua Penghargaan BKN Award

Ketua DPD ASTINDO Jawa Timur Roy Oktavian Effendy menilai Penang punya karakter yang sesuai dengan tren perjalanan wisatawan Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.

Menurutnya, Penang bukan sekadar destinasi untuk berfoto dan menikmati kuliner. Wisatawan bisa mengeksplorasi lebih banyak pengalaman, termasuk medical tourism dan peluang investasi.

“Orang datang ke Penang tidak hanya ambil foto dan makan, tetapi juga bisa mengeksplorasi Penang,” kata Roy.

Ia menyebut wisatawan Jawa Timur memiliki sejumlah alasan untuk datang ke Penang, mulai dari layanan kesehatan hingga investasi properti.

“Kalau destinasi ke Penang memang Surabaya, tetapi kalau dari kabupaten banyak dari Malang. Tujuannya yang pasti medical dan investasi, termasuk membeli rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ASTINDO Pauline Suharno mengatakan pola perjalanan masyarakat Indonesia kini bergeser. Wisata tidak lagi semata menjadi agenda liburan musiman, tetapi semakin diarahkan untuk mencari pengalaman tertentu.

Survei Lokadata terhadap 1.300 responden menunjukkan hampir sepertiga wisatawan bepergian untuk melepas penat melalui aktivitas seperti konser, olahraga, wellness dan kuliner. Sebanyak 88% responden juga mengaku bersedia membayar lebih untuk mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih berkualitas.

PGT pun menawarkan beragam pilihan bagi wisatawan yang ingin kembali ke Penang. Mulai dari kawasan heritage George Town yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO, kuliner Melayu, Tionghoa, India dan Peranakan, hingga Penang Hill dan Cagar Biosfer Penang Hill.

Sejumlah atraksi lain yang ditawarkan antara lain Entopia, The Habitat Penang Hill, Fort Cornwallis, Penang State Museum, Penang Automotive Museum, Penang Ferry Museum dan Penang History Gallery.

Setelah MoU diteken, Indonesia AirAsia dan PGT akan membahas sejumlah program promosi bersama. Kerja sama juga akan diperluas dengan agen perjalanan, hotel dan penyedia layanan kesehatan untuk menyusun paket perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan wisatawan Indonesia. (cit)