HUT Agraria ke-66, Kantah Bondowoso Perkuat Transformasi Layanan Pertanahan

oleh -355 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 menjadi momentum bagi Kantor Pertanahan Kabupaten Bondowoso untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan pertanahan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Peringatan yang bertepatan dengan Hari Lahir Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) ke-66 tersebut mengusung tema “Transformasi Melayani Lebih Pasti.” Tema ini menjadi pengingat pentingnya pembenahan pelayanan pertanahan di tengah perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bondowoso, Ahmad Muqim Haryono, A.Ptnh., M.H., mengatakan momentum HANTARU bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat pengabdian seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, transformasi pelayanan harus mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam memberikan kepastian hukum atas hak tanah masyarakat.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Prinsipnya, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan memberikan kepastian. Kami juga terus mendorong pemanfaatan teknologi agar pelayanan semakin efektif dan masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses layanan pertanahan,” ujar Ahmad Muqim.

Ia menambahkan, peningkatan pelayanan juga harus dibarengi dengan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Setiap pemohon diharapkan memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan, prosedur hingga tahapan pelayanan.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang jelas sejak awal. Kalau ada yang belum dipahami, kami terbuka untuk memberikan penjelasan. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus memperbaiki pelayanan dan memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sejumlah program strategis terus didorong, mulai dari percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), optimalisasi sertifikasi tanah wakaf, hingga percepatan alih media sertifikat menuju Sertipikat Elektronik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan pertanahan yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan.

Baca Juga :  Survei PolMark: Ganjar Kuasai Elektabilitas Capres, Diikuti Prabowo dan Anies

Semangat tersebut sejalan dengan identitas visual HANTARU 2026. Figur manusia menggambarkan masyarakat sebagai poros pelayanan, unsur digital merepresentasikan adaptasi teknologi modern, sedangkan daun dan padi mencerminkan keberlanjutan serta kesejahteraan.

Melalui momentum HUT Agraria ke-66, Kantor Pertanahan Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan pertanahan serta tata ruang yang semakin mudah, cepat, transparan dan pasti, dengan orientasi utama pada kebutuhan masyarakat. (wan)