Mahasiswa UNUSA Ciptakan Rambu Tsunami Pintar Berbasis Sensor

oleh -339 Dilihat
Oleh
J. Totok Sumarno

KILASJATIM. COM, Surabaya – Lima mahasiswa Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menciptakan inovasi rambu evakuasi tsunami pintar bernama SafeLight Tsunami Route. Karya ini lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2026 dari Kemdiktisaintek.

Mereka adalah Rofiq Arroyan, Nadea Putri Wahyuni, Cicilia Febriana Mayangsari, Rachmalia Eka Putri, dan Angga Adi Nugroho, dengan dosen pembimbing Merry Sunaryo, S.K.M., http://M.KKK.

Berbeda dari rambu konvensional yang statis, SafeLight dirancang adaptif dan real time. Perangkat ini memadukan sensor, sistem monitoring Internet of Things (IoT), indikator visual dan suara, serta panel surya sebagai sumber energi mandiri.

“SafeLight Tsunami Route mengintegrasikan teknologi sensor, sistem monitoring, serta indikator visual dan suara untuk membantu menyampaikan informasi mengenai kondisi bencana kepada masyarakat,” ujar tim pengembang.

Sistem ini menghubungkan dua subsistem, darat dan laut. Subsistem darat menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor getaran MPU6050 untuk mendeteksi gempa. Subsistem laut memakai sensor pelampung untuk memantau perubahan muka air laut.

Data kedua sensor diolah menjadi tiga indikator. Lampu hijau berarti aman. Lampu kuning plus sirine berarti gempa atau waspada. Lampu merah dengan sirine kencang berarti potensi tsunami dan warga harus segera evakuasi. Tingkat guncangan juga ditampilkan dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI) dan bisa dipantau real time via modem MiFi.

Menurut Dosen Pembimbing PKM-KC UNUSA, Merry Sunaryo, S.K.M., http://M.KKK., inovasi ini merupakan perluasan nyata keilmuan K3 dari keselamatan kerja ke keselamatan masyarakat.

“Melalui pendekatan berbasis teknologi, kami tidak hanya mengembangkan perangkat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang dapat mendukung penyampaian informasi dalam situasi darurat,” kata tim.

Baca Juga :  Prof Yusak Jadi Guru Besar, Kenalkan Softbrain Engineer

Prototipe telah melewati tahap perakitan dan pengujian, termasuk penyempurnaan rangkaian elektronik, LED RGB, dan sistem monitoring. Tim berharap SafeLight bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai pendukung evakuasi bagi masyarakat pesisir yang rawan gempa dan tsunami.(tok)