KILASJATIM.COM, Surabaya – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026-2031. Struktur baru ini berisi 210 pengurus, termasuk jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, A’wan, dan Mustasyar.
Pengumuman dilakukan di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam. Sejumlah pimpinan utama hadir, yakni Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta Sekjen Gudfan Arif.
Dalam struktur baru tersebut, KH Miftachul Akhyar tetap menjadi Rais Aam. Sementara KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjadi Ketua Umum PBNU dan Gudfan Arif menjabat Sekretaris Jenderal. Prof KH Mohammad Nuh menjadi Katib Aam.
Jajaran Wakil Ketua Umum PBNU diisi tujuh orang, yakni Saifullah Yusuf, KH Muhammad Faiz Syukron, Prof H Ganefri, Muhammad Lukman Edy, KH Abdul Ghoffar Rozin, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid (Gus Ipang), dan Juri Ardiantoro.
Sementara jajaran Rais di bawah Rais Aam berjumlah 31 orang. Adapun Wakil Rais Aam terdiri dari KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj, dan KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha).
Di jajaran Tanfidziyah, Gudfan Arif dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal. Ia dibantu 31 Wakil Sekretaris Jenderal.
Untuk bidang keuangan, Prof Dr H Ainun Naim ditetapkan sebagai Bendahara Umum. Ia dibantu tujuh bendahara.
Katib Aam PBNU Prof KH Mohammad Nuh menjelaskan penetapan Katib Aam dan Sekjen dilakukan lebih dahulu. Keduanya menjadi bagian dari empat pihak yang harus menandatangani SK pengesahan komposisi dan personalia PBNU.
“Karena yang tanda tangan SK ini harus berempat, maka harus ditetapkan terlebih dahulu Katib Aam-nya dan Sekretaris Jenderal,” kata Nuh seperti dikutip NU Online.
Nuh juga menyoroti adanya keterwakilan kelompok disabilitas dalam kepengurusan PBNU periode ini.
“Alhamdulillah di kepengurusan sekarang ini ada saudara-saudara kita yang mewakili kelompok disabilitas,” ujarnya.
Susunan tersebut ditetapkan melalui SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Struktur kepengurusan mencakup Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A’wan, dan Pengurus Harian Tanfidziyah.
Jumlah pengurus periode 2026-2031 mencapai 210 orang. Angka ini bertambah 21 orang dibandingkan kepengurusan periode 2021-2026 yang berjumlah 189 orang.
Gus Kikin menjelaskan perubahan jumlah tersebut berkaitan dengan upaya memperluas keterwakilan dalam kepengurusan, termasuk dari sisi generasi dan unsur organisasi.
Susunan pimpinan utama PBNU 2026-2031:
Rais Aam
KH Miftachul Akhyar
Wakil Rais Aam
KH Nurul Huda Jazuli
KH Anwar Iskandar
KH Afifuddin Muhajir
KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj
KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha)
Katib Aam
Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh, DEA
Ketua Umum
KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
Wakil Ketua Umum
Drs H Saifullah Yusuf
Dr KH Muhammad Faiz Syukron
Prof H Ganefri
Dr Ir H Muhammad Lukman Edy
KH Abdul Ghoffar Rozin
H Irfan Asy’ari Sudirman Wahid (Gus Ipang)
H Juri Ardiantoro
Sekretaris Jenderal
H Gudfan Arif, S.IP.
Bendahara Umum
Prof Dr H Ainun Naim
Susunan lengkap 210 pengurus tercantum dalam SK PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Jajaran tersebut mulai menjalankan masa khidmah 2026-2031 setelah diumumkan pada Rabu malam. (cit)
