KILASJATIM.COM, Surabaya – Auditorium Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur menjadi ruang diskusi mengenai masa depan sektor pertanian. Ratusan mahasiswa kampus Bela Negara mengikuti kuliah umum bersama PT Advanta Seeds Indonesia, Rabu (30/9/2026).
Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari program Advanta Goes to Campus, yang menghadirkan dua pemimpin Advanta, yakni Regional Head Asia Africa Prashant Belgamwar dan Global Chief Human Resource Officer Advanta Seed, G.V. Radhakrishna.
Keduanya berbagi wawasan mengenai berbagai tantangan dan peluang sektor pertanian, mulai dari pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, pakan, energi terbarukan hingga kompetensi yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi perkembangan industri pertanian di masa depan.
Program Advanta Goes to Campus sendiri telah digelar sejak 2022 dan hingga kini telah menyambangi sembilan perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam pemaparannya, Prashant Belgamwar menegaskan pentingnya pertanian berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan, pakan, dan energi nasional.
Menurutnya, perkembangan sektor pertanian membutuhkan dukungan inovasi dan kolaborasi antara berbagai pihak.
“Inovasi teknologi benih serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan masa depan yang terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, G.V. Radhakrishna mengajak mahasiswa Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur untuk mempersiapkan kompetensi sejak di bangku kuliah.
Kompetensi teknis, kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dinilai penting bagi generasi muda agar mampu menghadapi persaingan industri pertanian yang semakin global dan dinamis.
“Di tahun-tahun mendatang, persaingan akan semakin ketat. Mahasiswa harus punya kesiapan yang bisa dimulai saat ini agar mampu tampil memimpin,” ingatnya.
Mahasiswa Bicara Peluang Pertanian di Era AI
Suasana kuliah umum semakin interaktif ketika G.V. Radhakrishna berdialog langsung dengan mahasiswa. Ia menanyakan alasan para mahasiswa memilih Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur.
Jawaban mahasiswa beragam. Salah satunya menyebut sektor pangan memiliki prospek yang tetap dibutuhkan meskipun perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin pesat.
“Saya memilih kuliah di Fakultas Pertanian karena pangan tidak akan bisa digantikan oleh AI (Artificial Intelligence), jadi pasti akan menciptakan peluang kerja yang sangat luas,” kata salah satu mahasiswa.
Mahasiswa lainnya menilai kuliah tamu bersama PT Advanta Seeds Indonesia memberikan gambaran lebih luas mengenai perkembangan industri pertanian, termasuk tantangan, peluang, dan prospek sektor tersebut di masa depan.
“Kuliah tamu hari ini isinya daging semua, materinya bagus dan kena buat kita yang masih duduk di bangku kuliah. Menjadi spirit bahwa kita harus punya kemampuan yang unggul untuk nantinya terlibat langsung dengan dunia kerja di industri pertanian,” jelas mahasiswa lainnya.
Advanta Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri
Corporate Affairs & Sustainability Lead PT Advanta Seeds Indonesia, Dina Novitasari, mengatakan Advanta Goes to Campus merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan talenta muda di sektor pertanian.
Menurutnya, program tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri melalui pertukaran pengetahuan serta pengalaman.
“Kami percaya masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Melalui Advanta Goes To Campus, kami ingin menginspirasi mahasiswa agar siap berkontribusi dalam mewujudkan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan mampu mendukung ketahanan pangan, pakan, serta energi nasional,” kata Dina.
Ia menambahkan, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pemimpin industri global. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh wawasan mengenai tren agribisnis, inovasi teknologi benih, hingga peluang karier di sektor pertanian modern.
“PT Advanta Seeds Indonesia meyakini bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha merupakan fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan siap mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” pungkasnya.(ara)
