Misi Dagang Jatim-Sumut Catat Transaksi Rp 2,84 Triliun

oleh -43 Dilihat

KILASJATIM.COM, Medan — Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)-Sumatera Utara (Sumut) mencatat transaksi perdagangan senilai Rp 2,843 triliun. Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu digelar di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Angkasa Medan.

Nilai transaksi tersebut tepatnya mencapai Rp 2.843.228.682.250. Rinciannya, penjualan produk Jawa Timur ke Sumatera Utara mencapai Rp 2,721 triliun, sedangkan pembelian produk Sumatera Utara oleh pelaku usaha Jawa Timur mencapai Rp 121,592 miliar.

Berbagai komoditas terlibat dalam transaksi tersebut. Produk Jawa Timur yang dipasarkan ke Sumatera Utara antara lain produk peternakan, pangan, hasil perikanan, pupuk, kopi, produk fashion, kayu, sepatu kulit, benih tanaman, hingga pakan ikan.

Adapun produk Sumatera Utara yang dibeli pelaku usaha Jawa Timur mencakup wortel, jeruk, kepiting pasteurisasi, kopi, arang batok kelapa, cocopeat, dan kopi luwak.

Khofifah mengatakan misi dagang tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengejar nilai transaksi, tetapi juga memperluas akses pasar dan membangun hubungan perdagangan yang berkelanjutan.

“Harapan kita, seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM, punya harapan baru bahwa mereka akan memiliki pasar-pasar baru,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Rabu, 30/9/2026.

Menurut dia, potensi komoditas kedua daerah dapat saling melengkapi, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun membuka peluang ekspor.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah kopi. Khofifah mengatakan Jawa Timur memiliki produksi kopi yang cukup signifikan, tetapi peningkatan produktivitas masih menghadapi tantangan, terutama dalam memperoleh bibit berkualitas.

Selain kopi, dia melihat peluang pasar yang besar untuk komoditas arang, baik arang kayu maupun arang batok kelapa. Khofifah mendorong adanya communal branding agar produk dari sejumlah pelaku usaha dapat dikonsolidasikan untuk memenuhi permintaan pasar dalam skala lebih besar.

Baca Juga :  Pj. Gubernur Jatim Dorong Percepatan Pertumbuhan Industri Hijau

Sejumlah transaksi bernilai besar turut menopang capaian tersebut. PT Putra Prima Mandiri Kediri, misalnya, menjual produk peternakan kepada pelaku usaha di Medan, meliputi 1.236 ton olahan daging unggas, 27.164 ton susu, 90 ton telur, 904 ton daging unggas, 449.500 ekor anak ayam, serta 95 ekor kambing dan domba.

PT Central Proteina Prima Surabaya juga menjual 3.062 ton pakan ikan kepada pelaku usaha di Medan. Sementara PT Bumi Menara Internusa Surabaya membeli 345 ton kepiting pasteurisasi dari pelaku usaha di Batu Bara.

Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution mengapresiasi pelaksanaan misi dagang tersebut. Menurutnya, transaksi yang terjadi dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha Sumut untuk memahami kebutuhan pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Bobby berharap hubungan perdagangan kedua provinsi terus berkembang sehingga transaksi antardaerah tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berlanjut melalui kerja sama bisnis yang berkelanjutan.(Den/Fri)