Abu Vulkanik dan Asap Karhutla Ancam Mesin Pesawat

oleh -34 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Abu vulkanik dan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan sekadar mengganggu jarak pandang penerbangan. Material partikulat yang terbawa angin dapat masuk ke mesin pesawat dan mengganggu berbagai sistem penting, terutama ketika konsentrasinya tinggi.

Dosen Teknik Mesin Universitas Kristen Petra, Hariyo Priambudi Setyo Pratomo, S.T., M.Phil., mengatakan abu vulkanik mengandung mineral dan pecahan kaca vulkanik yang dapat mengikis komponen mesin. Sementara asap Karhutla membawa campuran partikel, gas, aerosol, dan udara panas yang berpotensi masuk ke mesin pesawat. “Ini semua bisa memicu erosi bilah kompresor dan mengganggu efisiensi atau kinerja mesin pesawat. Dengan kata lain, meski tergantung dari bobot kepekatannya, keduanya jika tersedot masuk mesin pesawat maka memiliki potensi menghentikan ‘jantung’ utama pesawat di udara,” tegas Hariyo.

Menurut Hariyo, partikel yang masuk ke mesin jet dapat menyebabkan abrasi pada bilah kompresor, mengganggu aliran udara, serta menurunkan efisiensi pembakaran. Risiko tidak hanya terjadi pada mesin, tetapi juga dapat berdampak pada sensor, kaca kokpit, komunikasi radio, hingga sistem navigasi.

Ia menjelaskan, partikel yang menyumbat sensor kecepatan dan temperatur juga berpotensi menghasilkan data instrumen kokpit yang keliru. Karena itu, pesawat yang terindikasi terpapar abu vulkanik atau asap pekat tidak boleh langsung kembali beroperasi sebelum menjalani pemeriksaan menyeluruh. “Pembaruan data sebaran abu secara real-time, keberanian maskapai mengalihkan rute, serta ketelitian otoritas dalam membersihkan landasan pacu adalah harga mati demi keselamatan,” ujarnya.

Hariyo menambahkan, mitigasi juga perlu dilakukan setelah pesawat mendarat melalui pemeriksaan mesin, sensor, filter udara, serta komponen lain yang berpotensi mengalami erosi atau kerusakan. “Radar navigasi standar tidak dirancang untuk mendeteksi awan abu vulkanik atau asap di jalur jelajah, sehingga disiplin mitigasi awal dan ketelitian inspeksi pasca-paparan menjadi satu-satunya benteng pertahanan utama penerbangan kita,” pungkas Hariyo.(tok)

Baca Juga :  Wabup Mimik Idayani Nilai Mutasi Pejabat Pemkab Sidoarjo Cacat Prosedur