Mawar Eva de Jongh, Omara Esteghlal, Andrew White, dan Nana  Mirdad  Tafsirkan UNIQLO : C Fall/Winter 2026 dengan Gaya Personal 

oleh -29 Dilihat

KILASJATIM. COM, Jakarta — Resmi meluncur pada 25 September lalu, koleksi UNIQLO :  C Fall/Winter 2026 karya teranyar dari Clare Waight Keller terus menghadirkan inspirasi baru dalam  berpakaian melalui perpaduan material premium, siluet modern, dan palet warna yang hangat.

Mengusung tema “Precision in Softness”, koleksi ini dirancang untuk menghadirkan kenyamanan dan  kemudahan dalam berbusana tanpa mengesampingkan karakter dan gaya personal.

 Melalui interpretasi  gaya dari Mawar Eva de Jongh, Omara Esteghlal, serta pasangan Andrew White dan Nana Mirdad koleksi UNIQLO : C Fall/Winter 2026 memperlihatkan bagaimana satu koleksi dapat diterjemahkan ke  dalam berbagai tampilan, mulai dari tampilan yang ringan dan elegan, gaya urban yang berkarakter, hingga inspirasi couple styling yang terasa effortless untuk keseharian.

Setiap look menghadirkan cara berbeda dalam memadukan warna, tekstur, dan siluet yang menjadi  ciri khas UNIQLO : C. Simak bagaimana mereka mengadaptasi koleksi ini ke dalam gaya personal  masing-masing, sekaligus menemukan styling yang menginspirasi untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Siluet Lembut untuk Tampilan Elegan ala Mawar de Jongh 

Dalam koleksi UNIQLO : C Fall/Winter 2026 “Precision in Softness”,  kelembutan tidak hanya hadir melalui material, tetapi juga melalui  cara sebuah pakaian membentuk siluet saat dikenakan. Hal ini terlihat  dalam tampilan Mawar Eva de Jongh yang menggabungkan elemen tailoring dengan proporsi yang lebih loose, menciptakan kesan yang  rapi sekaligus ringan.

Mawar mengenakan Sweater Rileks Kasmir Lembut Kerah V  berwarna lemon yellow yang dipadukan dengan Kemeja Katun Kerah  Tegak Lengan Panjang biru muda sebagai lapisan dalam serta Celana  Barel berwarna putih. Palet warna terang yang lembut memberikan   kesan clean yang elegan dan tenang, sementara siluet yang mengalir menghadirkan kenyamanan  tanpa mengurangi kesan polished pada keseluruhan tampilan.

Hal yang menarik pada look ini terletak pada permainan proporsi yang terukur. Potongan yang longgar  memberi keleluasaan bergerak, sementara lapisan dan pemilihan warna yang subtil menciptakan  tampilan yang terasa refined. Pendekatan inilah yang menjadi salah satu ciri khas Clare Waight Keller,  menghadirkan bentuk elegansi yang terlihat natural dan relevan untuk dikenakan dalam berbagai  momen keseharian.

Siluet celana yang loose juga memberi ruang gerak yang lebih leluasa, menjadikannya ideal untuk  aktivitas seperti morning coffee, meeting, atau berjalan santai di tengah kota. Look ini menunjukkan  bahwa kelembutan tidak selalu identik dengan sesuatu yang manis. Melalui permainan proporsi dan  warna yang tepat, kelembutan justru dapat hadir dalam bentuk yang lebih modern dan sophisticated.

Baca Juga :  Raih Doktor di Unair, Ashanti Riset Adaptasi Musisi di Era Digital

Di look kedua, Mawar memperlihatkan sisi lain dari tema  “Precision in Softness” melalui pendekatan ‘softness’ yang lebih  terstruktur.  Mawar mengenakan Jaket Tailored Double Face warna dark brown, dipadukan dengan inner HEATTECH Ekstra  Hangat T-shirt Kasmir Campuran berwarna blush pink dan Jeans Baggy biru.

Motif check pada tailored jacket memberi struktur dan  kedalaman visual, sementara baggy jeans menjaga keseluruhan  tampilan tetap ringan dan tidak terlalu formal. Perpaduan ini menghadirkan keseimbangan antara kesan rapi dan santai,  menjadikannya pilihan yang mudah dikenakan untuk berbagai  agenda, mulai dari pertemuan kasual di siang hari hingga makan malam santai di malam hari.

Sentuhan Utility untuk Tampilan Urban yang Modern ala Omara Esteghlal 

Bagi penyuka gaya kasual yang berkarakter kuat, gaya Omara  Esteghlal bisa menjadi inspirasi. Pada look ini, Omara mengenakan  Jaket Kerah Tegak Berlapis Pile berwarna bordeaux yang dipadukan dengan Jeans Barel berpotongan rileks, menciptakan  siluet modern yang tetap nyaman dikenakan sepanjang hari.

Kehadiran warna bordeaux sebagai salah satu warna utama  koleksi musim ini menjadi aksen yang memperkaya keseluruhan tampilan. Dipadukan dengan dalaman hitam, warna tersebut  menciptakan keseimbangan antara kesan bold dan refined,  menghasilkan tampilan yang terasa effortless namun tetap memiliki karakter yang jelas.

Omara juga menunjukkan bagaimana padanan sederhana bisa  tetap terlihat menarik melalui permainan tekstur dan proporsi.

Dengan memadukan Cardigan Kerah Kemeja Merino Blend warna navy bertekstur rajutan halus dengan Celana Barel  warna beige, ia menghadirkan tampilan yang clean, modern,  sekaligus relevan untuk berbagai momen. Kontras antara warna  gelap dan nuansa netral yang lebih hangat menciptakan  keseimbangan yang membuat keseluruhan look terasa effortless namun tetap berkarakter.

Permainan proporsi menjadi daya tarik utama dari look ini. Siluet  bagian atas yang lebih fitted berpadu dengan potongan celana  yang bervolume, menghasilkan keseimbangan yang memberi  kesan relaxed namun terstruktur. Tanpa aksesoris tambahan  pun, kombinasi ini membuktikan bahwa tampilan yang sederhana pun bisa tetap berkesan.

Serasi Tanpa Seragam ala Andrew White dan Nana Mirdad 

Untuk pasangan Andrew White dan Nana Mirdad, kekuatan styling justru terletak pada harmoni. Keduanya tidak tampil seragam, namun terlihat saling melengkapi melalui palet warna yang senada. Pada look ini, Andrew mengenakan Cardigan Kerah Kemeja Merino  Blend bernuansa olive yang dipadukan dengan Celana Barel warna beige, sementara Nana mengenakan Cardigan Milano Rib Ritsleting warna deep olive, dilapisi inner putih dan dipadankan dengan Celana Korduroi Volume bernuansa soft white.

Baca Juga :  Apresiasi Bagi Pelanggan Setia, UNIQLO Beri Penawaran Spesial ARIGATO INDONESIA

Look ini menunjukkan bahwa couple styling tidak harus selalu  mengenakan outfit yang identik untuk tampil serasi. Dengan warnawarna yang saling melengkapi dan siluet yang nyaman dikenakan, tampilan ini terasa cocok untuk berbagai momen kebersamaan, mulai dari coffee date, brunch, staycation singkat, hingga sekadar menikmati waktu santai bersama.

Hasilnya adalah gaya yang  terlihat effortless, namun tetap terasa polished saat dikenakan beraktivitas sepanjang hari. Warna mustard juga menjadi sorotan utama dalam tampilan ini, seperti pada Rompi Korduroi Padded yang dikenakan Nana.

 Sebagai  aksen di tengah palet Fall/Winter yang didominasi warna-warna  netral dan earthy, warna tersebut memberi energi baru pada  keseluruhan look sekaligus menciptakan kontras yang menarik. Rompi  ini Nana padukan dengan Celana Volume warna cokelat tua yang  memperkuat nuansa hangat pada keseluruhan  styling.

Nuansa cokelat pun turut hadir pada kemeja yang dikenakan Andrew,  menjadi benang merah yang menghubungkan kedua tampilan. Andrew memadukan Jaket Trucker Denim dengan Jeans Barel dalam gaya  denim-on-denim yang klasik, yang diperkaya dengan Kemeja Lembut Easy Care Lengan Panjang bernuansa cokelat hangat. Nuansa  cokelat inilah yang membuat kedua outfit terasa saling terhubung, meskipun masing-masing tetap  mempertahankan karakter yang berbeda.

Pendekatan warna seperti inilah yang menjadi salah satu karakter desain Clare Waight Keller. Aksen  warna yang hadir sebagai pelengkap dipadukan dengan siluet yang clean dan serbaguna, menghasilkan  tampilan yang timeless dan terasa relevan lintas masa, melampaui pergantian tren.

Melalui permainan warna, tekstur, dan siluet yang menjadi ciri khas koleksi ini, UNIQLO : C Fall/Winter 2026 menawarkan berbagai kemungkinan styling yang dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan setiap individu. Dari tampilan yang ringan dan elegan hingga gaya yang lebih urban dan  berkarakter, koleksi ini menunjukkan bahwa kenyamanan dan ekspresi personal dapat hadir berjalan  beriringan.  (nov)