Kasus ISPA Jatim Capai 211 Ribu, Dinkes Belum Tetapkan KLB

oleh -39 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: Ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Timur melonjak pada Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat sekitar 211 ribu kasus, menjadi angka tertinggi sepanjang tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat cukup tajam dibanding rata-rata kasus ISPA pada 2025 yang berada di kisaran 117 ribu kasus per bulan. Memasuki pertengahan 2026, rata-rata kasus juga telah naik menjadi sekitar 148 ribu per bulan.

Meski terjadi lonjakan, Dinkes Jatim belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono mengatakan seluruh kasus masih dapat ditangani fasilitas kesehatan dan ketersediaan obat relatif mencukupi.

“Semua kasus masih mampu ditangani dan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan, stok obat-obatan juga relatif cukup. Jadi belum kami terapkan KLB,” kata Erwin dalam keterangannya, dikutip Senin (28/9/2026).

Gejala ISPA

Erwin menjelaskan ISPA dapat disebabkan virus, bakteri, maupun kuman yang menular melalui udara dan percikan droplet, terutama ketika penderita batuk atau bersin.

Gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam hingga sesak napas.

“Orang yang mengalami ISPA biasanya muncul gejala batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, hingga sesak napas,” ujarnya.

Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat diimbau menerapkan etika batuk, beristirahat cukup dan menjaga asupan nutrisi. Paparan asap rokok juga sebaiknya dihindari.

Pada umumnya, ISPA dapat membaik dalam waktu sekitar 7-14 hari. Namun, masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan gejala, terutama jika muncul keluhan yang lebih berat.

Lansia dan Ibu Hamil Diminta Waspada

Dinkes Jatim mengingatkan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid agar tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami gejala ISPA.

Imbauan serupa ditujukan kepada kelompok rentan, termasuk lansia dan ibu hamil.

Baca Juga :  Fraksi PDIP DPRD Surabaya Siap Tindaklanjuti Instruksi DPP Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

“Apalagi pasien yang memiliki komorbid, termasuk lansia dan ibu hamil, jangan menunggu penyakit sudah parah,” kata Erwin.

Dengan jumlah kasus yang mencapai 211 ribu pada Agustus, masyarakat diminta tetap menjaga kondisi tubuh dan segera mengakses layanan kesehatan apabila gejala memburuk. (cit)