Kartu Cantik SMAN 2 Bondowoso Jadi Inovasi BK yang Dilirik MA Nurul Qarnain

oleh -351 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Inovasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di SMAN 2 Bondowoso menarik perhatian MA Nurul Qarnain Jember. Melalui kunjungan studi tiru, rombongan madrasah tersebut menggali sejumlah praktik baik yang diterapkan SMAN 2 Bondowoso dalam mendampingi siswa.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Program Navigasi Pubertas, yang dirancang untuk membantu siswa melewati masa pubertas melalui sinergi antara sekolah dan orang tua.

Kepala SMAN 2 Bondowoso, Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd., mengatakan salah satu media pendukung program tersebut adalah Kartu Cantik, singkatan dari Catatan dan Tracking Infografis Siklus Haid.

“Jadi, salah satu program BK yang saya inisiasi adalah Navigasi Pubertas. Tujuannya menuntun anak-anak melewati masa pubertas melalui sinergi orang tua dan sekolah,” ujarnya.

Menurut Holifah, Kartu Cantik memuat catatan mengenai siklus haid siswi, mulai dari kapan menstruasi hingga masa suci. Kartu tersebut juga menjadi sarana komunikasi antara sekolah dengan orang tua.

“Di Kartu Cantik itu ada catatan kapan anak mulai menstruasi, masa sucinya kapan. Kartu ini ditandatangani guru BK dan orang tua, sehingga ketika ada persoalan kesehatan, kita juga bisa melakukan deteksi dini,” jelasnya.

Program Navigasi Pubertas tidak berdiri sendiri. SMAN 2 Bondowoso juga memiliki sejumlah program unggulan lain yang mendukung pembentukan karakter dan kemandirian siswa, di antaranya Honesty Corner atau toilet kejujuran untuk kebutuhan siswi, serta Berjaya, yang membawa semangat menjaga kebersihan kelas, kejernihan pikiran, dan mengutamakan akhlak mulia.

Holifah menuturkan, pendampingan kepada siswa juga mengintegrasikan aspek kesehatan dengan pembinaan keagamaan. Hal tersebut disesuaikan dengan lingkungan pendidikan SMAN 2 Bondowoso yang religius.

“Pendekatan kita tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga religi. Kami sekolah yang religius, sehingga anak-anak juga diberikan pemahaman terkait kesehatan dan taharah,” katanya.

Baca Juga :  15 Mahasiswa UKWMS Ikuti Outbond Students 2024 di Luar Negeri

Untuk mendukung kebutuhan siswi, sekolah juga menyiapkan fasilitas seperti pembalut dan pengering rambut. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan kenyamanan sekaligus mendukung siswi dalam menjalankan aktivitas dan kewajiban ibadah selama berada di sekolah.

Holifah menegaskan, perhatian sekolah terhadap siswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Kesehatan, karakter, kebersihan lingkungan, serta kehidupan keagamaan juga menjadi bagian dari pola pendampingan.

“Akademisnya kita unggulkan, tetapi salatnya juga kita jaga. Ini bagian dari bagaimana kita mengasuh anak-anak kita. Orang tua juga bisa tenang karena selama anaknya di sekolah, ibadah dan kesehatannya kita perhatikan,” pungkasnya.

Kunjungan MA Nurul Qarnain Jember menjadi ruang berbagi pengalaman antara kedua lembaga. Sejumlah inovasi yang diterapkan SMAN 2 Bondowoso, khususnya dalam layanan BK dan pendampingan siswa, menjadi bagian dari praktik baik yang dipelajari dalam kunjungan tersebut. (wan)