KILASJATIM.COM, Bondowoso – Lantunan shalawat menggema di Desa Kapuran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, saat masyarakat berkumpul dalam Pengajian Umum Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bersama Gerakan Pemuda Sadar Lingkungan (GEPSI) tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Pengajian dipusatkan di Desa Kapuran dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, anggota GEPSI, panitia PHBI hingga warga dari berbagai wilayah.
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang terus terjaga dalam berbagai kegiatan keagamaan di Desa Kapuran.
Pengajian Maulid Nabi ini menghadirkan dua ulama, yakni KHR. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin dari Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo dan KH. Muhammad Hasyim Shanhaji dari Pondok Pesantren Darut Tholabah Sumber Kalong, Wonosari.
Kehadiran kedua ulama tersebut mendapat sambutan antusias dari jamaah yang memadati lokasi pengajian.
Dalam tausiyahnya, KHR. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan meneladani akhlak beliau, memperbanyak shalawat, serta menjalankan ajaran Islam dengan penuh keikhlasan.
Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo itu juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rasulullah SAW, lanjutnya, telah memberikan teladan tentang kasih sayang, kepedulian, persatuan, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga dan diterapkan oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Tausiyah yang disampaikan dengan suasana hangat dan penuh makna tersebut mendapat perhatian jamaah. Lantunan shalawat yang sesekali menggema semakin menambah kekhidmatan suasana Pengajian Umum Maulid Nabi di Desa Kapuran.
Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi
Ketua Panitia Maulid Nabi, Ahmad Nur Wahid, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.
“Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat keimanan, memperbanyak shalawat, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kapuran, H. Hairul Basyar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan Maulid Nabi dapat berlangsung dengan baik dan lancar.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia PHBI, GEPSI, para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga Desa Kapuran yang telah meluangkan tenaga, waktu, serta pikirannya demi terselenggaranya kegiatan ini. Kebersamaan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat sangat luar biasa,” kata H. Hairul Basyar.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga memiliki peran dalam memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita diajak untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi masyarakat Desa Kapuran,” tambahnya.
H. Hairul Basyar juga berharap seluruh kontribusi yang diberikan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
“Semoga segala bentuk bantuan, dukungan, dan partisipasi yang diberikan oleh seluruh pihak mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT serta membawa keberkahan bagi Desa Kapuran dan masyarakatnya,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kapuran tersebut akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan persaudaraan, kebersamaan, silaturahmi, dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.(wan)
