KILASJATIM.COM, Bondowoso – Semangat para pendidik anak usia dini dari berbagai daerah di Jawa Timur memenuhi ruang pertemuan Paguyuban TKN Pembina dan TK Pembina Swasta se-Jawa Timur yang dirangkai dengan Workshop Mencipta Lagu untuk Anak Usia Dini di Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi para guru TK, tetapi juga wadah untuk mengasah kreativitas dalam menciptakan lagu-lagu edukatif yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak usia dini.
Bupati Bondowoso melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan.
Ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menuntun tumbuh kembang anak sesuai potensi dan kodrat yang dimiliki. Hal itu sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menempatkan pendidik sebagai penuntun dalam proses perkembangan anak.
“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Tugas pendidik adalah merawat, membimbing, dan menuntun tumbuhnya kodrat tersebut agar berkembang secara optimal,” ujarnya. Sabtu 19/9/2026.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini harus dilaksanakan dengan pendekatan yang menyenangkan, penuh kasih sayang, dan mampu menjaga dunia anak tetap kaya dengan imajinasi serta kreativitas.
Karena itu, workshop penciptaan lagu anak dinilai sebagai langkah yang sangat positif. Lagu tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang efektif untuk merangsang kemampuan motorik, kognitif, bahasa, hingga pembentukan karakter anak.
“Melalui lagu, pesan-pesan moral, nilai budaya, dan berbagai materi pembelajaran dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima dan menyenangkan bagi anak-anak,” katanya.
Taufan menambahkan, terpilihnya Bondowoso sebagai tuan rumah kegiatan tingkat Jawa Timur tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, kegiatan itu pada awalnya tidak direncanakan berlangsung di Bondowoso. Namun melalui komunikasi dan koordinasi yang dilakukan, akhirnya kegiatan tersebut dapat digelar di Kabupaten Bondowoso.
“Awalnya kegiatan ini sebenarnya tidak diselenggarakan di Bondowoso. Kami mengundang sehingga akhirnya kegiatan ini bisa dilaksanakan di Bondowoso. Tentu ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi daerah kami,” ungkapnya.
Menurutnya, manfaat kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh para guru yang memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Dengan kehadiran lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, perputaran ekonomi lokal ikut bergerak. Para peserta memanfaatkan berbagai layanan dan produk yang tersedia selama berada di Bondowoso, mulai dari konsumsi, transportasi, hingga produk-produk UMKM.
“Selain menambah pengetahuan guru TK, khususnya di Bondowoso, kegiatan ini juga membantu pelaku UMKM. Lebih dari 500 peserta yang hadir dari seluruh Jawa Timur tentu berbelanja kebutuhan konsumsi maupun produk lainnya selama di Bondowoso. Ini menjadi peluang yang baik sehingga produk-produk UMKM bisa lebih dikenal dan laris terjual. Dampaknya sangat membantu perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang bermutu sekaligus memperkuat pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Dari workshop tersebut diharapkan lahir berbagai karya lagu anak yang kreatif, edukatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Tidak hanya menjadi media belajar di ruang kelas, lagu-lagu yang tercipta juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.
Selain memperkaya metode pembelajaran, kegiatan ini menjadi bukti bahwa para guru terus berinovasi untuk menghadirkan pendidikan yang lebih menarik dan bermakna. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, para pendidik anak usia dini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa sejak dini.
“Selamat berkarya dan berinovasi. Semoga setiap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan ini membawa manfaat besar bagi perkembangan anak-anak Indonesia di masa depan,” pungkasnya.(wan)
