Mahasiswa Uinsa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

oleh -22 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya mengusir puluhan personel Kepolisian dan TNI yang berada di area kampus saat menggelar demonstrasi susulan, Kamis (17/9/2026). Aksi sebelumnya juga berlangsung pada Rabu (16/9/2026).

Penolakan dan pengusiran terhadap aparat terjadi di tengah aksi mahasiswa yang menuntut Rektor Uinsa Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag. mundur dari jabatannya. Aksi tersebut merupakan buntut penyegelan gedung rektorat sehari sebelumnya setelah komunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus menemui jalan buntu.

Humas Uinsa Surabaya Nurhayati mengatakan, keberadaan aparat di lingkungan kampus hanya untuk memastikan aksi berlangsung aman dan kondusif. “(Polisi dan TNI) untuk pengawalan mawon (saja). Biar aksinya aman dan kondusif,” terang Nurhayati.

Namun, penjelasan tersebut tidak meredam penolakan mahasiswa. Massa justru meminta seluruh personel keamanan meninggalkan area kampus. Mahasiswa menilai kehadiran aparat penegak hukum tidak diperlukan dalam aksi yang berlangsung di lingkungan akademis. “Keluar. Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil,” teriak massa aksi.

Situasi kemudian memanas ketika mahasiswa membakar ban bekas dan menggelar orasi terbuka di sekitar gedung rektorat. Massa juga mendesak jajaran pimpinan Uinsa hadir secara langsung untuk menemui dan berdialog dengan para pengunjuk rasa.

Kekecewaan mahasiswa terhadap pihak rektorat bermula dari ketidakhadiran Rektor Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag. dalam aksi sehari sebelumnya. Saat itu, pihak rektorat mengutus Plt. Wakil Rektor III untuk menemui mahasiswa. Namun, perwakilan tersebut ditolak massa.

Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Uinsa Surabaya Aslamiyah mengatakan pihak kampus masih memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi selama aksi berlangsung tertib. “Selama anak-anak mahasiswa masih tidak berbuat anarkis, ya kita toleransi lah. Kita juga masih berjalan untuk keluar,” tegas Aslamiyah.

Baca Juga :  PWI Tuban Resmi Kukuhkan 125 Duta Literasi Pelajar SMP

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa delapan poin tuntutan kepada pimpinan universitas. Sejumlah persoalan yang disoroti antara lain pengelolaan fasilitas Pusat Bisnis, dugaan suap di lingkungan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga penerapan jam malam bagi mahasiswa.

Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Uinsa Fadlurrakhman Fazle Purwardana menegaskan massa tidak hanya mempersoalkan kebijakan kampus, tetapi juga meminta pergantian rektor. “Kami menolak dan mengecam, dan kami juga ingin menurunkan Prof. Muzakki ini dari Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya,” ungkap Fadlurrakhman Fazle Purwardana.

Hingga menjelang pukul 12.00 wib, ratusan mahasiswa masih bertahan di sekitar gedung rektorat Uinsa Surabaya. Mereka menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum Rektor Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag. hadir dan menemui seluruh massa aksi.(tok)