Dua Sesar Aktif Melintas Surabaya, Pemkot Siapkan 5 Seismograf

oleh -11 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Pemkot Surabaya akan memasang 4-5 Seismograf untuk memantau pergerakan dua sesar aktif di Surabaya. (Foto: dok kilasjatim.com)

KILASAJTIM.COM, Surabaya – Dua sesar aktif dari sistem Sesar Kendeng melintasi Kota Surabaya, yakni Patahan Surabaya dan Patahan Waru. Pemkot Surabaya merespons temuan itu dengan menyiapkan 4-5 seismograf untuk memantau aktivitas sesar secara real-time.

Pemasangan alat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi gempa di Surabaya. Secara ideal, kota ini membutuhkan sekitar 14 stasiun seismograf untuk mencakup seluruh wilayah, namun pemasangan dilakukan bertahap.

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan alat yang digunakan yakni Raspberry Shake (RS6D). Perangkat tersebut diusulkan tim geofisika ITS yang dipimpin pakar geologi Prof Amien Widodo.

Menurut Irvan, RS6D dipilih karena ukurannya kecil, lebih ekonomis, dan mudah ditempatkan di area perkotaan. Alat ini juga mampu merekam getaran mulai gempa kecil hingga kuat.

“Pemasangan akan diutamakan di ruang publik atau perkantoran yang memiliki jaringan internet stabil,” kata Irvan, Kamis (17/9/2026).

Data dari seismograf nantinya dipantau dan direncanakan terintegrasi dengan Command Center 112. Pemkot berharap pemantauan tersebut dapat membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas gempa.

“Kami ingin membangun sistem pemantauan harian yang nantinya diintegrasikan dengan pusat kendali Command Center 112,” ujarnya.

Pakar geologi ITS Amien Widodo menjelaskan Patahan Surabaya dan Patahan Waru merupakan bagian dari sistem Sesar Kendeng. Keduanya memiliki karakteristik patahan naik atau thrust fault, yang terbentuk akibat dorongan dari bawah permukaan bumi.

Menurut Amien, kondisi tersebut membuat pemantauan aktivitas sesar perlu dilakukan secara terus-menerus. Seismograf akan ditempatkan di sejumlah titik di wilayah Surabaya dan sekitar jalur patahan.

“Pemasangan seismograf diperlukan untuk memonitor pergerakan sesar secara real-time. Dengan mengetahui tingkat keaktifannya, kita bisa terus bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan,” kata Amien.

Baca Juga :  Waspada! Cuaca Ekstrem di Jatim Diprakirakan Terjadi Hingga Sepekan Kedepan, BMKG: Berpotensi Bencana

Pemkot Surabaya juga menggandeng BMKG dan tim ahli ITS untuk memberikan informasi terkait potensi gempa, terutama di tengah maraknya isu mengenai sesar Surabaya di media sosial.

Irvan meminta warga tidak panik dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta tetap waspada serta memahami langkah keselamatan saat gempa terjadi.

“Fokus utama masyarakat adalah meningkatkan kewaspadaan diri dan keluarga tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari,” tandasnya. (cit)