Khofifah: Laut Bukan Pemisah, tetapi Pemersatu dan Penggerak Ekonomi Indonesia

oleh -116 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dedikasi TNI Angkatan Laut (AL) dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia, mengamankan jalur pelayaran, serta melindungi kekayaan laut.

Hal itu disampaikan Khofifah seusai menghadiri Upacara dan Tasyakuran Peringatan Hari Jadi ke-81 TNI AL Tahun 2026 di Dermaga Madura, Komando Armada II (Koarmada II).

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh prajurit dalam menjaga laut, wilayah kemaritiman, mengawal kedaulatan, serta merawat persatuan NKRI. Jalesveva Jayamahe, justru di laut kita jaya,” kata Khofifah, Kamis, 10/9/2026.

Menurut dia, bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, laut bukanlah pemisah antarpulau, melainkan ruang yang menyatukan seluruh wilayah Nusantara.

Laut menjadi jalur strategis bagi mobilitas manusia, distribusi barang, perdagangan, pertahanan, hingga pertumbuhan ekonomi. Karena itu, keamanan wilayah perairan menjadi prasyarat penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional.

Khofifah mengatakan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai hub yang menghubungkan Indonesia bagian barat dan timur. Surabaya juga berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas maritim, perdagangan, logistik, dan industri nasional.

Posisi tersebut tercermin dari 25 dari 41 poros atau trayek Tol Laut nasional yang melibatkan Jawa Timur sebagai simpul konektivitas.

“Jawa Timur tidak hanya menjadi pasar yang besar, tetapi juga simpul produksi dan distribusi nasional,” ujarnya.

Menurut Khofifah, penguatan konektivitas laut dapat memperlancar distribusi komoditas, menekan disparitas harga, memperluas pasar produk daerah, sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.

Di sisi lain, Jawa Timur memiliki ekosistem pertahanan laut yang lengkap, mulai dari Akademi Angkatan Laut (AAL), Koarmada II, Kodaeral V, Korps Marinir, hingga industri pertahanan PT PAL Indonesia.

“Jawa Timur dapat disebut sebagai salah satu episentrum pembentukan kekuatan Angkatan Laut nasional. Di sini sumber daya manusianya dididik, kekuatan operasionalnya ditempa, dan industri perkapalannya dikembangkan,” kata Khofifah.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jatim Promosikan Wisata Jawa Timur di Kapal Pesiar Australia

Ia menilai ekosistem tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi TNI AL, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri pertahanan, dan masyarakat.

Kolaborasi itu, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia maritim, teknologi perkapalan, ekonomi pesisir, konservasi laut, hingga mitigasi bencana.

Khofifah juga mengapresiasi sinergi TNI AL dengan Pemprov Jawa Timur dalam program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sejak 2019 hingga 2025, program bersama Kodaeral V tersebut telah menangani 2.674 unit RTLH. Pada 2026, ditargetkan tambahan 220 unit.

“Di balik setiap rumah yang direnovasi, terdapat keluarga yang memperoleh tempat tinggal lebih layak, sehat, dan aman,” tuturnya.

Khofifah berharap peringatan HUT ke-81 TNI AL semakin memperkuat semangat prajurit untuk menjadi kekuatan laut yang modern, profesional, tangguh, dan dekat dengan rakyat.

“Laut adalah halaman depan, ruang strategis, sekaligus masa depan bangsa. Membangun kekuatan maritim berarti membangun kedaulatan, kesejahteraan, dan konektivitas Nusantara,” pungkasnya.(Den/Fri)