KILASJATIM.COM, Surabaya – Keluarga besar Universitas Airlangga (Unair) berduka atas berpulangnya salah satu dosen terbaik, Airlangga Pribadi Kusman, SIP., M.Si., Ph.D., Rabu (9/9/2026).
Almarhum merupakan dosen sekaligus Ketua Program Studi S2 Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair. Airlangga Pribadi Kusman meninggal dunia dalam usia 49 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Kepergian sosok akademisi yang dikenal gigih memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, civitas akademika Unair, serta rekan-rekan sejawat.
Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., menyampaikan belasungkawa atas kepergian Airlangga Pribadi Kusman yang akrab disapa Angga.
Menurut Madyan, almarhum merupakan sosok dosen yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar di Unair.
“Angga adalah termasuk dosen yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Airlangga,” ungkapnya, Rabu (9/9).
Dedikasi di Dunia Akademik dan Politik
Airlangga Pribadi Kusman lahir di Jombang, 23 November 1976. Sejak muda, almarhum dikenal sebagai sosok yang tekun dan memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu.
Ketertarikannya terhadap bidang sosial dan politik kemudian mengantarkannya menempuh pendidikan hingga meraih gelar Doktor Filsafat dalam Ilmu Politik dari Murdoch University, Australia, pada 2016.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Australia, almarhum kembali ke Indonesia dan mengabdikan diri di Departemen Politik FISIP Unair.
Selama menjalani karier sebagai akademisi, Airlangga Pribadi Kusman tidak hanya aktif mengajar di ruang kuliah. Ia juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan demokrasi, politik, serta persoalan sosial di Indonesia.
Pandangan dan analisisnya yang tajam, kritis, dan konsisten kerap menjadi rujukan dalam berbagai pemberitaan media massa nasional, forum ilmiah, maupun diskusi publik.
Sebagai akademisi, almarhum dikenal berani menyampaikan pandangan dan pemikirannya, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan demokrasi dan keadilan sosial.
Konsistensi tersebut membuat Airlangga Pribadi Kusman tidak hanya dikenal di lingkungan kampus, tetapi juga memiliki tempat dalam ruang diskursus intelektual dan politik nasional.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi Universitas Airlangga, khususnya FISIP dan Departemen Politik, sekaligus bagi dunia akademik dan intelektual Indonesia.
Pemikiran, karya ilmiah, serta semangat kritis yang ditinggalkannya diharapkan tetap menjadi warisan intelektual yang dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa, sesama akademisi, dan generasi penerus.
Keluarga besar Universitas Airlangga menyampaikan doa terbaik bagi almarhum. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan, menerima seluruh amal ibadahnya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.(ara)
