Seruput Kopi Bondowoso, Sabrang Letto Bawa Pesan: Saatnya Merambah Dunia

oleh -368 Dilihat

KILASJATIM.COM – Segelas kopi menjadi pintu masuk Sabrang Mowo Damar Panuluh untuk melihat lebih dekat potensi kopi Bondowoso. Vokalis Letto tersebut tak hanya mencicipi beragam kopi dalam Festival Kopi Nusantara (FKN), tetapi juga menyampaikan pesan agar komoditas unggulan daerah itu berani melangkah menuju pasar dunia.

Sabrang hadir di Festival Kopi Nusantara yang digelar di Alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Bondowoso, Senin (31/8/2026). Di tengah beragam produk kopi yang ditampilkan, ia berkesempatan mencicipi sejumlah kopi, termasuk kopi dari kawasan timur Bondowoso yang disebut sebagai salah satu kopi endemik Indonesia.

Kesan pertama Sabrang cukup positif. Ia mengaku tertarik dengan karakter kopi yang dicicipinya. Meski tidak mengaku sebagai orang yang ahli mendeskripsikan kopi secara teknis, ia punya gambaran sederhana tentang rasa yang didapat.

“Ini pekat tanpa bikin pusing. Menarik,” ujarnya.

Menurut Sabrang, kekuatan kopi Bondowoso sebenarnya sudah memiliki modal utama, yakni kualitas komoditas. Tantangannya kini adalah bagaimana kualitas tersebut didukung oleh ekosistem yang membuat kopi mampu berkembang dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Yang kuat dari sebuah komoditas itu didukung oleh ekosistemnya. Ekosistem legal, finansial, koneksi, kampanye, dan seterusnya,” katanya.

Ia menilai penguatan ekosistem menjadi bagian penting agar kualitas kopi yang sudah dimiliki Bondowoso tidak berhenti sebagai produk unggulan daerah.

“Kopinya sudah kuat. Bahan dasar yang sudah kuat akan jadi jauh lebih kuat kalau ekosistemnya diperkuat,” tandasnya.

Kunjungan Sabrang di FKN juga diwarnai pengalaman mencicipi produk khas Bondowoso lainnya, yakni tape. Ia bahkan mengaku selama ini menikmati tape dan kopi secara terpisah dan belum pernah mencoba keduanya secara bersamaan.

“Tape sendiri, kopi sendiri. Belum pernah bareng,” ucapnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bertemu Emir Qatar, Serukan Solidaritas Internasional Hadapi Agresi Israel

Di balik pengalaman sederhana mencicipi kopi dan tape tersebut, Sabrang melihat ada banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan. Menurutnya, produk daerah harus memiliki keberanian untuk keluar dari lingkaran pasar sendiri dan diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.

Karena itu, ia mendorong agar kopi Bondowoso terus dikembangkan, bukan hanya dari sisi kualitas, tetapi juga melalui penguatan jaringan, pembiayaan, regulasi, promosi hingga kampanye.

Harapannya, kopi Bondowoso tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi mampu menembus pasar internasional.

“Harus terus merambah dunia,” pungkasnya.

Pesan Sabrang tersebut menjadi dorongan bahwa perjalanan kopi Bondowoso menuju pasar global membutuhkan lebih dari sekadar biji kopi berkualitas. Diperlukan ekosistem yang kuat agar potensi dari kebun-kebun kopi Bondowoso bisa memiliki nilai lebih dan semakin dikenal, baik di dalam negeri maupun di berbagai belahan dunia. (PLY)