Pelabuhan Marina Boom dan SMAN 1 Rogojampi Raih Terbaik 1 KTR Jawa Timur 2026

oleh -552 Dilihat

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pelabuhan Marina Boom dan SMA Negeri 1 Rogojampi Banyuwangi meraih penghargaan Terbaik 1 Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Provinsi Jawa Timur 2026.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen kedua lokasi dalam menerapkan kawasan tanpa rokok, baik di ruang publik maupun lingkungan pendidikan.

Penghargaan diserahkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Penyakit di Surabaya, Rabu (26/8/2026).

Pelabuhan Marina Boom meraih Terbaik 1 kategori Tempat Umum/Tempat Lain yang Ditetapkan. Sementara SMAN 1 Rogojampi menjadi Terbaik 1 kategori Tempat Proses Belajar Mengajar.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menunjukkan bahwa penerapan KTR dapat berjalan ketika menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, pengelola fasilitas publik, serta dunia pendidikan.

“Harapannya, capaian ini menjadi contoh dan motivasi bagi kita semua untuk semakin konsisten menerapkan KTR serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Ipuk, Kamis (27/8/2026).

Di Pelabuhan Marina Boom, penerapan KTR dilakukan melalui sejumlah langkah, di antaranya penataan area khusus merokok, pemasangan rambu larangan merokok, serta pengaturan ruang publik.

Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pengunjung tetap dapat beraktivitas dengan nyaman sekaligus terlindungi dari paparan asap rokok.

Sementara itu, SMAN 1 Rogojampi menerapkan kawasan tanpa rokok secara menyeluruh di lingkungan sekolah. Larangan merokok berlaku bagi seluruh pihak yang berada di kawasan sekolah, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, wali murid, hingga tamu.

Penerapan kebijakan tersebut juga diperkuat dengan pembatasan penjualan rokok di sekitar lingkungan sekolah. Upaya itu dilakukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak mendorong atau menormalisasi perilaku merokok.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, keberhasilan implementasi KTR tidak hanya dilihat dari keberadaan papan atau rambu larangan merokok.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Pengendara Motor di Situbondo, Seorang Remaja Luka

Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah kepatuhan seluruh pihak terhadap aturan yang telah ditetapkan.

“SMAN 1 Rogojampi menunjukkan bagaimana sekolah dapat membangun lingkungan yang tidak menormalisasi perilaku merokok. Ini penting karena sekolah merupakan tempat pembentukan perilaku dan karakter generasi muda,” kata Amir.

Amir menambahkan, penerapan KTR juga mencakup tidak adanya aktivitas merokok di kawasan yang telah ditetapkan, tidak tersedianya asbak, serta terbebas dari iklan maupun promosi produk tembakau.

Dinas Kesehatan Banyuwangi, lanjut dia, akan terus melakukan pemantauan bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat penerapan kawasan tanpa rokok di berbagai lokasi di Banyuwangi.

Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai capaian bagi Pelabuhan Marina Boom dan SMAN 1 Rogojampi, tetapi juga menjadi pemicu bagi fasilitas publik dan institusi pendidikan lainnya untuk meningkatkan kepatuhan terhadap penerapan KTR.(zul)