Khofifah Berharap Muktamar NU Perkuat Organisasi dan Ekonomi Nahdliyin

oleh -102 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Khofifah Dorong Muktamar NU Perkuat Soliditas dan Ekonomi Nahdliyin. (Foto: adpim Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak berhenti pada konsolidasi organisasi. Ia ingin forum lima tahunan itu menjadi penggerak soliditas NU sekaligus penguatan ekonomi warga Nahdliyin.

Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026. Pembukaannya dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (27/8).

Khofifah mengatakan soliditas menjadi modal penting bagi NU untuk menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal wajar, tetapi harus tetap ditempatkan dalam bingkai persatuan.

“Semoga Muktamar NU ini menjadi momentum kebaikan bagi NU, semakin mensolidkan organisasi, memperkuat persaudaraan umat, dan bersama-sama mewujudkan NU sebagai bagian strategis dalam memajukan bangsa,” kata Khofifah dalam keterangan tetulisnya yang diterima, Jumat (28/8/2026).

Selain konsolidasi, Khofifah menilai Muktamar perlu menghasilkan arah yang mendorong kemandirian warga Nahdliyin. Besarnya jumlah warga NU dinilai sebagai potensi ekonomi sekaligus kekuatan sosial yang dapat dikembangkan.

Ia mendorong penguatan ekonomi melalui UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah, hingga sektor-sektor produktif yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Warga Nahdliyin harus semakin berdaya, mandiri dan produktif,” ujarnya.

Khofifah juga mengingatkan NU agar mampu merespons tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan tradisi keulamaan.

Perkembangan teknologi dan ekonomi digital, perubahan iklim, bonus demografi, pendidikan, ketenagakerjaan hingga dinamika geopolitik disebut menjadi tantangan yang membutuhkan respons bersama.

“Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap menjadi pijakan, tetapi pada saat yang sama NU mampu menjawab berbagai persoalan baru yang dihadapi masyarakat dan bangsa,” katanya.

Ia juga mendorong NU mempertahankan peran sebagai kekuatan moderasi. Toleransi, kerukunan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap perbedaan dinilai penting untuk menjaga persatuan.

Baca Juga :  SD Little Sun School Gelar International Day 2025: Rayakan Budaya Dunia dan Asah Literasi Global Siswa

Khofifah berharap keputusan yang lahir dari Muktamar ke-35 NU tidak hanya memperkuat jam’iyah, tetapi juga memperbesar manfaat NU bagi masyarakat.

“Soliditas dan persatuan harus menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa,” tuturnya.

Dengan begitu, Muktamar ke-35 NU di Jombang diharapkan menjadi titik konsolidasi organisasi sekaligus pijakan untuk membuat warga Nahdliyin semakin berdaya secara ekonomi. (FRI)