JMSI Sumenep Tanam 1.500 Mangrove, Tegaskan Komitmen Pers Jaga Pesisir

oleh -338 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sumenep – Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dilakukan dari balik meja redaksi. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmen menjaga kawasan pesisir melalui gerakan “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep.”

Kegiatan tersebut digelar di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, Jumat (28/8/2026). Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penanaman sebanyak 1.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai Matahari.

Aksi penanaman mangrove menjadi bagian dari rangkaian kegiatan lingkungan yang dilakukan JMSI Sumenep bersama sejumlah pihak. Sebelumnya, JMSI juga menggelar aksi bersih-bersih pantai dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola Pantai Matahari, serta Pemerintah Desa Lobuk.

Ketua JMSI Sumenep, Supanji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Apresiasi juga diberikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep yang turut hadir dalam kegiatan penanaman mangrove.

Menurut Supanji, penanaman 1.500 bibit mangrove dilakukan secara bertahap sejak sehari sebelumnya hingga Jumat. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi air laut yang cepat surut di kawasan pesisir Pantai Matahari.

“Penanaman 1.500 bibit mangrove kita lakukan secara bertahap mulai dari kemarin sampai hari ini. Kenapa dilakukan bertahap? Karena pada tanggal-tanggal ini waktu surutnya air cukup cepat,” ujar Panji.

CEO Wartazone.com tersebut menjelaskan, apabila seluruh bibit dipaksakan untuk ditanam dalam satu waktu, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, penanaman dibagi menjadi dua tahap agar kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Mangrove Lindungi Pesisir dari Abrasi

Bagi JMSI Sumenep, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi menanam pohon. Penanaman mangrove diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan pesisir Pantai Matahari.

Baca Juga :  Prajurit TNI AL Menunjukkan Komitmen Jaga Kelestarian Alam Banyuwangi

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus membantu melindungi garis pantai dari ancaman abrasi. Keberadaan vegetasi mangrove juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kawasan pesisir dan destinasi wisata Pantai Matahari.

“Ini merupakan langkah kecil dari teman-teman JMSI, tetapi besar harapan kami semoga memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan, utamanya menjaga bibir pantai, menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan lain sebagainya,” katanya.

Supanji menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. JMSI Sumenep berkomitmen agar gerakan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sebagai organisasi yang menaungi media siber, JMSI ingin menunjukkan bahwa peran pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pers juga dapat hadir secara langsung melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Sudah menjadi komitmen teman-teman JMSI untuk bagaimana kegiatan seperti ini kita gelar setiap tahun sebagai bentuk langkah nyata JMSI untuk peduli terhadap lingkungan, baik lingkungan pesisir maupun kawasan destinasi wisata,” ungkap Panji.

Libatkan Berbagai Pihak

Gerakan “JMSI Peduli Lingkungan” tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi antara organisasi pers, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pengelola destinasi wisata menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.

Sejumlah pihak yang memberikan dukungan di antaranya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, DLH Sumenep, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, serta Haswal Group.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan menjaga lingkungan di Sumenep, khususnya kawasan pesisir yang memiliki nilai ekologis sekaligus potensi wisata.

Baca Juga :  Tak Hanya di Timur Tengah, Ternyata Kurma Bisa Tumbuh Subur di Ponorogo  

Melalui penanaman 1.500 bibit mangrove dan aksi bersih pantai, JMSI Sumenep berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan bersama.

Bagi JMSI, menjaga pesisir bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun komunitas lingkungan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Pers pun dapat mengambil bagian dengan menghadirkan aksi nyata sekaligus terus mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang. (ara)