Dari Kebun Apel Batu, Sandika Natural Meracik dan Meramu Jadi Wewangian Beraroma Appleia 

oleh -90 Dilihat

KILASJATIM. COM, Surabaya –  Apel bagi sebagian orang, menyimpan ingatan tentang udara sejuk, perjalanan ke dataran tinggi, dan aroma segar yang melekat pada kota Batu yang berada di sebelah barat Malang tersebut.

Ingatan itulah yang coba diterjemahkan Sandika Natural yang homebase UKM nya  di Klaten Jawa Tengah, melalui Appleia Extrait de Parfum. Jenama wewangian botani lokal tersebut merilis parfum edisi terbatas dengan inspirasi utama dari karakter apel hijau Batu.

Appleia dirancang untuk menghadirkan kesan segar, bersih, dan ringan seperti buah apel yang baru dipetik. Sandika Natural memadukan karakter apel hijau dengan bergamot dan jeruk manis pada lapisan awal aromanya.

“Appleia bukan sekadar parfum beraroma buah biasa, melainkan fragmen waktu di mana alam memberikan aroma paling jujur dan menenangkan. Selama enam bulan kami menyempurnakan formulasi ini agar senyawa botani alaminya dapat beradaptasi sempurna dengan pH kulit setiap individu, menghasilkan jejak aroma yang sangat personal dan eksklusif bagi setiap pemakainya,” ungkap Amanda Noor, pendiri Sandika Natural.

Aroma Apel yang Berlapis

Appleia Extrait de Parfum tidak berhenti pada aroma buah. Setelah kesan segar dari apel hijau, bergamot, dan jeruk manis perlahan mereda, parfum ini memasuki lapisan tengah yang lebih lembut.

Lavender, ylang-ylang atau kenanga, serta bunga putih memberikan karakter yang menenangkan dan elegan. Pada lapisan akhir, aroma kayu lembut, clean musk, dan benzoin meninggalkan kesan hangat serta lebih tahan lama.

Komposisi tersebut membentuk perjalanan aroma yang bertahap. Appleia dimulai dengan kesegaran buah, beralih ke nuansa bunga, lalu ditutup dengan karakter kayu dan musk yang lembut.

Sandika Natural menggunakan minyak atsiri alami atau *pure essential oils* dalam formulasi Appleia. Parfum ini juga memakai pelarut berbasis alkohol tebu dan diproduksi dalam jumlah terbatas.

Baca Juga :  Digelar 6 November 2024, Ini Bocoran Debat Kedua Calon Walkot-Wawali Kota Batu

Konsep tersebut dirangkum melalui filosofi “Limited by Nature: A Rare Scent That Might Never Return”. Ketersediaan Appleia bergantung pada bahan botani dan siklus panen musiman yang menjadi bagian dari cerita produk.

Merawat Cerita Alam melalui Wewangian

Bagi Sandika Natural, Appleia merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman olfaktori yang berangkat dari kekayaan alam Indonesia. Apel hijau Batu dipilih bukan hanya karena citranya sebagai buah khas dataran tinggi, tetapi juga karena mampu membangun asosiasi tentang kesejukan dan lanskap pegunungan.

Proses riset, formulasi, dan pengembangan Appleia berlangsung selama enam bulan, sejak Maret hingga Agustus 2026. Sandika Natural mempertahankan minyak atsiri lokal sebagai salah satu fondasi pengembangan produk wewangian berikutnya.

Merek tersebut juga menyatakan komitmennya untuk mengembangkan aroma yang mengangkat identitas flora Nusantara serta memperkuat ekosistem penyulingan lokal. Dengan pendekatan itu, bahan alam tidak hanya ditempatkan sebagai komponen produk, tetapi juga sebagai sumber cerita.

Botol yang Menyerupai Buah Apel

Cerita Appleia diteruskan melalui desain kemasannya. Parfum ini dikemas dalam botol kaca *frosted* dengan tutup kayu natural berbentuk bundar dan boks silinder.

Bentuk botol tersebut dipilih untuk menghadirkan sensasi menggenggam buah apel. Detail itu menjadi penghubung antara aroma yang terinspirasi dari kebun apel Batu dan pengalaman fisik ketika konsumen memegang produk.

Pengembangan kemasan dilakukan bersama Karyadigitalku.id, tim kreatif yang menangani strategi kampanye Appleia selama enam bulan. Tim yang beranggotakan Utita Su’ad sebagai Project Coordinator dan Giza Nabiela sebagai pengarah narasi serta strategi kreatif itu membantu menerjemahkan cerita produk ke dalam tampilan visual dan komunikasi digital.

Menurut Utita, proses mencari botol yang sesuai menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan Appleia. Jumlah produksi yang terbatas juga membuat tim harus bernegosiasi dengan vendor yang umumnya menetapkan jumlah pesanan minimum dalam skala besar.

Baca Juga :  DP3AP2KB Kota Batu Persiapkan Pembentukan Pusat Informasi Sahabat Anak

“Proyek pertama ini beneran penuh tantangan buat kami berdua. Dari perjuangan keliling nyari botol bulat biar pas digenggam kayak apel, sampai negosiasi MOQ kecil khas UMKM. Tapi rasanya lega banget pas lihat aroma nostalgia apel Batu ini akhirnya rilis resmi sebagai parfum edisi terbatas bernomor seri yang dinikmati banyak orang,” ungkap Tita.

Appleia Extrait de Parfum diproduksi maksimal 100 botol dan setiap produk memiliki nomor seri. Produk tersebut dapat dipesan melalui akun Instagram @sandikanatural serta toko resmi Sandika Natural di Shopee.

Melalui Appleia, Sandika Natural mencoba menunjukkan bahwa sebuah parfum dapat menjadi lebih dari sekadar wewangian. Ia bisa menjadi cara untuk menyimpan suasana, mengingat tempat, dan membawa pulang sepotong karakter Kota Batu dalam bentuk yang lebih personal. (nov)