Wamen Minta BMI Tingkatkan Daya Saing Olahan Hasil Laut

oleh -149 Dilihat
Wakil Menteri Perindustrian dalam kunjungannya ke PT. Bumi Menara Internusa di kawasan Margomulyo Surabaya, Kamis (27/8/2026) .(kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM. COM, Surabaya – Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, secara khusus melakukan kunjungan kerja ke PT. Bumi Menara Internusa (BMI) di Kawasan Pergudangan Jl Margomulyo Surabaya, Kamis (27/8/2026).

Dalam kunjungannya ke salah satu pabrik pengolahan ikan berorientasi ekspor tersebut Wamen Perindustrian mengapresiasi dan memberi dorongan kepada PT BMI yang memenuhi standar mutu, traceability, dan keberlanjutan. Termasuk inovasinl dan penggunaan teknologi cold chain dan kemasan yang efisien energi.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Perindustrian dalam mendorong peningkatan daya saing dan nilai tambah industri pengolahan hasil perikanan untuk pasar global.

“Kami sudah melakukan peninjauan dan melihat secara langsung proses pengolahannya dan daya mengapresiasi perusahaan BMI ini yang sudah sesuai standar dimana hasil produk olahan sudah membantu pemerintah meningkatkan ekspor dan devisa negara, ” ujar Faisol Riza.

Menurut Faisol negara kita punya produksi banyak sekali untuk ekspor laut olahan laut terutama udang yg sangat menjanjikan. Pasar ekspornya sangat menjanjikan untuk indonesia, namun kita masih kalah dengan Ekuador, India dan Cina yg punya produksi banyak sekali hasil laut untuk ekspor olahan laut terutama udang yang sangat menjanjikan.

“Tantangan kita harus bisa buat inline bahan baku dari huluhingga ke proses pengolahan.kita masih kalah jauh terutama Budi daya udang yang kita masih kalah. Kami minta bersama memperbaiki tehnis di hulu untuk bahan baku yang melimpah agar bisa diproses dengan cepat, ” tegasnya..

Pada kesempatan yang sama, Aris Utama Direktur PT BMI menyampaikan, pihalnya menyambut baik arahan Wamen dan menyambut baik dukungan pemerintah. Dengan adanya kebijakan yang pro-ekspor pihaknyabl optimis bisa meningkatkan produksinya hingga 100 persen..

Baca Juga :  OJK Pastikan Resiliensi  Sektor Keuangan Tetap Terjaga Ditengah Ketidakpastian Global

“Saat ini kapasitas produksi 35 ribu ton per tahun dari 7 pabrilk BMI se Indonesia yang mempekerjakan 15 ribu karyawan, pabrik kami kami masih bisaeningkatkan ptpduksi hingha 10/ persen, karena saat ini kapasitas produksi 35 ribu ton hanya dari satu shift, ” kata Aris.

Saat ini PT BMI mengekspor 100 persen produksi olahan hasil lautnya ke Amerika mencapai 80 persen , kemudian Jepang, Eropa dan Tiongkok . Ekspor terbesar udang hingga 70 persen gurita, ikan dan rajungan.

PT BMI juga tidak ada kekhawatiran dengan. Ketersediaan bahan baku. Selain mendapatkan dari hasil laut dengan hasil tangkapanya fokus pada spesies yang croat tumbuh dan berlbang biak.

“Untuk pasokan kami tidak akan pernah kehabisan karena kami terus mengejar bahan bakunya hingga ke ujung Indonesia seperti Papua , Medan hingga Makasar dengan tetap menjaga kesegaran hasil tangkapan dan kualitas dengan baik, ” jelasnya.

Selain hasil dari tangkapan laut BMI juga mengantongi inin dan sertifikasi berkelanjutan dalam kerjasama budidaya dengan petanbak dari Jatim,Jateng, Bali Lombok, Sumbawa., Jabar, Makasar dan untuk.budidaya rajungan yang sentra terbesar di Cirebon .

“Kami menjalin kemitraan dengan melakukan pembinaan untuk jaga kualitas seperti rajungan dan udang. Manfaatkan kemitraan itu untuk buka lapangan pekerjaan masyarakat setempat mengingat pasokan terbesar mayotitas dari budidaya, “paparnya.

Dalam peninjauannya, Wamenperin menelusuri langsung lini produksi mulai dari penerimaan bahan baku, proses _cold storage_, hingga pengemasan produk beku yang siap ekspor ke negara tujuan seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa serta Jepang.

Kegiatan ini juga diisi dengan dialog bersama pelaku UMKM perikanan dan Serikat Pekerja PT. Bumi Menara Internusa.(nov)