KILASJATIM.COM, Surabaya – RS Eka Candrarini membantah sejumlah alat medis yang ditemukan di lokasi kejadian perkara (TKP) berkaitan dengan rumah sakit tersebut. Pihak rumah sakit menyebut merek alat medis yang ditemukan berbeda dengan barang yang selama ini mereka gunakan.
Direktur RS Eka Candrarini, dr. Listyorini Rarasingtyas, M.M., mengatakan sejumlah barang yang ditemukan di TKP di antaranya jarum suntik, alat kontrasepsi (KB) suntik, antibiotik, hingga kasa.
Menurutnya, merek jarum suntik yang ditemukan berbeda dengan produk yang digunakan RS Eka Candrarini. Bahkan, dia memastikan rumah sakit tidak pernah membeli atau memiliki merek tersebut sejak berdiri.
“Jarum suntiknya mereknya beda. Yang ditemukan merek Onemed, sedangkan kami sejak rumah sakit berdiri tidak pernah membeli merek itu,” kata dr. Tias sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
Tias juga menyebut temuan KB suntik tidak sesuai dengan layanan rumah sakit. RS Eka Candrarini, kata dia, hingga kini belum menyediakan layanan KB suntik.
Selain itu, antibiotik dan kasa yang ditemukan di TKP juga disebut berbeda merek dengan perlengkapan medis yang digunakan rumah sakit.
“Jadi alat-alat medis yang ditemukan di TKP tidak pernah kami beli dan kami tidak mempunyai sama sekali,” tegasnya.
Soal Kantong Berlogo RS Eka Candrarini
Namun, terdapat kantong berlogo RS Eka Candrarini yang ditemukan di lokasi. Tias menjelaskan keberadaan kantong tersebut memang memungkinkan karena rumah sakit menggunakan kantong kertas untuk pasien yang pulang membawa obat.
Kebijakan itu merupakan bagian dari upaya rumah sakit mengurangi penggunaan plastik.
“Kami sudah go green, bungkus obat kami memang dari kertas. Kalau pasien pulang, kami berikan kantung kertas berlogo RS Eka Candrarini,” jelas Tias.
Karena itu, menurutnya, keberadaan kantong berlogo rumah sakit di luar fasilitas RS Eka Candrarini tidak otomatis menunjukkan alat medis di lokasi berasal dari rumah sakit.
“Siapa pun yang pulang berobat pasti akan membawa kantung kertas tersebut,” ujarnya.
Kadinkes Minta Temuan Diklarifikasi
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Billy, juga menyoroti temuan kantong berlogo RS Eka Candrarini tersebut.
Billy menyebut informasi mengenai bagaimana kantong itu ditemukan perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak yang menemukan.
“Mas Saiful yang menemukan. Katanya dia korek-korek pakai kayu dulu, lalu kreseknya pecah dan ditemukan kantung itu. Ini mesti kita konfirmasi,” kata Billy.
Billy bahkan mengajak Saiful bertemu untuk membahas temuan tersebut secara langsung.
“Makanya saya meminta Mas Saiful ayo ketemu saya. Kita ngobrol bareng sambil ngopi, mau di mana saya ladeni,” ujarnya.
Pihak RS Eka Candrarini menegaskan perbedaan merek menjadi dasar bantahan mereka terhadap dugaan bahwa alat-alat medis yang ditemukan di TKP berasal dari rumah sakit tersebut. Sementara keberadaan kantong berlogo RS masih dijelaskan sebagai bagian dari kemasan obat yang memang dibawa pulang pasien. (cit)
