Bapenda Bondowoso Perkuat Optimalisasi PAD Berbasis Data

oleh -415 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso terus memperkuat upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Kerja (Raker) terkait perubahan anggaran, dengan sejumlah penyesuaian untuk mendukung kebutuhan pengelolaan pendapatan daerah.

Kepala Bapenda Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, menjelaskan bahwa dalam perubahan anggaran terdapat penambahan anggaran baru. Alokasi tersebut lebih banyak diarahkan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan, di antaranya pembayaran utang, pembuatan kajian, pemeliharaan aset tak berwujud, serta pelimpahan anggaran dari perangkat daerah lain.

Menurut Slamet, penyesuaian anggaran juga diarahkan untuk memperkuat kegiatan yang berhubungan langsung dengan optimalisasi PAD. Salah satunya melalui dukungan terhadap petugas yang melakukan penagihan di lapangan.

“Pergeseran anggaran ini di antaranya mengurangi BBM pejabat untuk membantu teman-teman yang melakukan penagihan di lapangan,” ujar Slamet.

Di sisi lain, Bapenda masih menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan realisasi PAD. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pajak hotel dan restoran, khususnya pajak hotel.

Slamet menyebut realisasi pajak hotel hingga saat ini masih berada di kisaran 20 persen. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi sistem pemungutan yang masih menggunakan mekanisme self assessment. Belum seluruh hotel memiliki perangkat yang memungkinkan pemerintah daerah melakukan pembaruan data secara langsung.

“Capaian terendah kami sampai saat ini adalah pajak hotel dan restoran, terutama pajak hotel. Ini masih kurang lebih 20 persen,” jelasnya.

Untuk memperluas sumber PAD, Bapenda juga tengah mengoptimalkan potensi dari sektor air bawah tanah. Kerja sama dengan Perumda/Perumdam menjadi salah satu bagian dari langkah tersebut, mengingat dari sejumlah titik yang ada telah memberikan kontribusi terhadap PAD.

Perhitungan potensi penerimaan dari sektor air bawah tanah masih terus dilakukan hingga akhir Desember. Berdasarkan hitungan sementara, kontribusinya diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Baca Juga :  Bondowoso Bidik PAD Rp280 Miliar dan Fokus Pengentasan Kemiskinan dalam Lima Tahun ke Depan

Selain mengoptimalkan sektor yang sudah berjalan, Bapenda juga menyiapkan kajian untuk memastikan target PAD ke depan benar-benar berdasarkan potensi riil. Kajian tersebut akan melibatkan pihak ketiga dengan menggandeng perangkat daerah dan stakeholder terkait.

Kajian ini diharapkan menjadi panduan dalam menentukan target PAD untuk 2027 hingga 2028. Dengan demikian, penetapan target tidak lagi sekadar mengandalkan asumsi, melainkan menggunakan data yang lebih terukur.

“Jadi tidak berdasarkan asumsi lagi, tapi berdasarkan data. Targetnya sudah ada data dan itu dilakukan oleh pihak ketiga bekerja sama dengan unsur perangkat daerah yang lain dan stakeholder yang lain,” tegas Slamet.

Melalui langkah tersebut, Bapenda Bondowoso berharap optimalisasi PAD dapat dilakukan secara lebih terarah dan terukur. Penguatan data, digitalisasi, serta kajian potensi pajak menjadi fondasi penting agar setiap potensi pendapatan daerah dapat digali secara maksimal untuk mendukung pembangunan Bondowoso.(wan)