KILASJATIM.COM, Malang – Bulog Cabang Malang menyalurkan 18.825.870 kilogram atau sekitar 18.825 ton beras bantuan pangan untuk 627.529 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah Malang Raya dan Pasuruan.
Penyaluran bantuan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 itu mulai dilakukan pada Rabu (26/8/2026). Setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras atau 10 kilogram untuk masing-masing bulan.
Pimpinan Bulog Cabang Malang Muhammad Nurjuliansyah Rahman mengatakan penyaluran perdana dilakukan di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
“Setiap penerima bantuan pangan menerima 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September,” kata Nurjuliansyah saat penyaluran di Polowijen, Rabu (26/8/2026).
Di Polowijen, bantuan diberikan kepada 606 PBP dengan total beras sekitar 18 ton. Warga penerima harus melakukan pendataan ulang dan membawa dokumen yang dipersyaratkan untuk mengambil bantuan.
Penyaluran untuk wilayah Malang Raya dan Pasuruan ditargetkan rampung pada pekan kedua September 2026. Khusus Kota Malang, Bulog menargetkan distribusi selesai dalam waktu sekitar sepekan.
Bantuan beras tersebut berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga beras.
Nurjuliansyah memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog Cabang Malang masih mencukupi. Stok disebut aman hingga tahun depan atau sampai memasuki masa panen berikutnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan bantuan pangan kali ini hanya berupa beras. Tidak ada tambahan minyak goreng dalam paket bantuan.
“Bantuan kali ini berupa beras sesuai arahan pemerintah pusat,” ujarnya.
Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data pemerintah yang bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Salah seorang penerima bantuan, Lia, warga Jalan Polowijen, mengaku baru dua kali menerima bantuan pangan tersebut. Ia mengatakan beras yang diterimanya pada penyaluran sebelumnya sempat berbau apek.
Meski demikian, Lia tetap bersyukur mendapat bantuan. Ia mengatakan memiliki cara sendiri untuk mengurangi aroma beras saat dimasak.
“Alhamdulillah sudah dapat bantuan. Kalau berasnya bau apek, pas masak diberi perasan jeruk nipis atau pandan,” kata Lia.
Penyaluran puluhan ribu ton beras ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pangan penerima sekaligus menjaga pasokan beras di wilayah Malang Raya dan Pasuruan. (TQI)
