Gempa M 7,7 Guncang NTT, Khofifah Kerahkan Tim SAR dan Siapkan Bantuan 100 Ton dari Jatim

oleh -110 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Khofifah memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bergerak memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

Dukungan dilakukan dengan mengerahkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (17/8/2026).

Sebagai langkah awal, BPBD Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance ke wilayah terdampak pada Minggu (16/8/2026).

Enam personel merupakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Urban Search and Rescue (USAR) yang akan bergabung dengan Basarnas serta unsur potensi SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Sementara itu, satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan membantu pengumpulan dan sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.

“Enam personel kita memiliki spesifikasi pencarian dan pertolongan. Mereka akan bergabung dan berkoordinasi dengan Basarnas serta tim SAR yang sudah berada di lapangan,” kata Khofifah.

Tim advance juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat sekaligus melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

Selain tim SAR, Pemprov Jatim mengirimkan dukungan tenaga kesehatan dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Tim tersebut terdiri dari empat tenaga medis, yakni dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat, serta didukung tim teknis.

Mereka juga membawa obat-obatan dan peralatan medis, termasuk perlengkapan untuk tindakan anestesi dan pembedahan.

Baca Juga :  PLN Gulirkan Program Satu Juta Kompor Induksi

“Penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Selain pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan bagi korban dan masyarakat di pengungsian juga menjadi hal yang sangat penting,” ujar Khofifah.

Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan logistik tahap awal sebanyak 8,4 ton dengan nilai Rp985,8 juta. Bantuan tersebut dikonsolidasikan BPBD Jatim bersama sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.

Logistik itu antara lain 167 unit kidsware, 125 velbed, 2.024 kaleng makanan siap saji, 432 paket lauk pauk, serta ribuan kaleng dan paket makanan tambahan.

Bantuan tahap awal diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin (17/8/2026) pukul 06.00 WIB menggunakan truk berkapasitas 8,4 ton.

Selanjutnya, bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan KM Dharma Rucitra 8 menuju Pelabuhan Soekarno, Ende, NTT.

Setibanya di Ende, bantuan akan diserahkan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT untuk didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Khofifah mengatakan, total bantuan dari Jawa Timur diperkirakan mencapai 100 ton. Sebanyak 8,4 ton diberangkatkan pada 17 Agustus, sedangkan sisanya direncanakan dikirim pada 20 Agustus menuju Labuan Bajo.

“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak bantuan yang kita kirimkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa segera sampai dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov NTT. Dukungan juga akan disesuaikan berdasarkan hasil asesmen dan perkembangan kondisi di lapangan.

“Duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” pungkas Khofifah.(Den/Fri)