Gas Diduga Bocor, SPPG Mojokerto Meledak dan Terbakar

oleh -50 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Kondisi SPPG di Mojokerto usai meledak yang diduga kebocoran gas. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Mojokerto – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali meledak dan terbakar saat tiga teknisi sedang memperbaiki instalasi gas, Kamis (13/8/2026) malam. Ledakan itu melukai lima orang dan membuat atap empat ruangan ambruk.

Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di SPPG yang berada di Dusun Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Saat itu, tiga teknisi dari PT Energi Alam Utama tengah melakukan perbaikan di area persediaan gas elpiji di depan ruang pemorsian.

Satpam SPPG, Bagianto (62), mengatakan sebelum ledakan dirinya sempat mendengar suara seperti gas bocor.

“Cuma sebelum ledakan saya dengar suara ngewes dulu, seperti gas elpiji bocor. Lumayan besar, terus meledak,” kata Bagianto kepada wartawan di lokasi, Jumat (14/8/2026).

Menurut Bagianto, instalasi gas sebelumnya baru diisi. Namun gas disebut tidak keluar sehingga teknisi melakukan perbaikan.

“Setelah diisi, mungkin ada kendala gasnya tidak keluar sehingga diperbaiki,” ujarnya.

Saat perbaikan berlangsung, para relawan SPPG tetap melakukan persiapan untuk memasak. Mereka mulai bekerja sejak sekitar pukul 19.30 WIB.

Salah seorang relawan, Robiatul Adawyah (33), mengatakan dirinya sedang memetik selada air di ruang persiapan ketika seorang office boy (OB) mengingatkan para relawan agar tidak kaget karena teknisi sedang menangani gas.

Tak lama kemudian, terdengar satu ledakan keras.

“Sumbernya dari gas elpiji, diservis seperti ngecas, lalu meledak. Habis ngecas itu langsung meledak. Atap langsung ambruk dan gelap,” kata Robiatul.

Ledakan tersebut kemudian disusul kobaran api. Material atap dan plafon berjatuhan di sejumlah ruangan.

Robiatul dan relawan lainnya, Maulin Nikmah (35), tertimpa reruntuhan plafon hingga mengalami luka di kepala. Keduanya kemudian dievakuasi ke RSI Sakinah.

Baca Juga :  RSUD dr. H. Koesnadi Tegaskan Komitmen Mutu Pelayanan melalui Monitoring dan Evaluasi PPS 2026

Sementara tiga teknisi gas mengalami luka bakar serius. Satu korban dirawat di RSI Sakinah dan dua lainnya dibawa ke RS Gatoel.

Kerasnya ledakan membuat atap empat ruangan SPPG ambruk. Keempatnya yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor, dan ruang rapat.

Api juga membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan. Sedikitnya dua truk pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

Getaran ledakan turut dirasakan warga sekitar. Yudi (57), warga yang rumahnya berdempetan dengan SPPG, mengaku langsung keluar rumah setelah mendengar ledakan.

“Getar semua di dalam rumah. Saya langsung keluar. Untungnya tidak sampai berdampak,” ujar Yudi.

Warga lainnya, Dyah Ayu (30), yang tinggal tepat di seberang SPPG juga merasakan getaran tersebut. Menurutnya, ledakan hanya terdengar sekali, tetapi kerusakan bangunan cukup parah.

“Atapnya sampai ambruk. Itu persiapan masak infonya,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab ledakan. Penentuan penyebab diserahkan kepada kepolisian.

“Mungkin nanti rekan-rekan kepolisian yang akan menyelidiki penyebabnya. Kami fokus ke evakuasi korban dan pemadaman api,” ujarnya.

Area SPPG kini dipasangi garis polisi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber dan penyebab ledakan.

SPPG Mojokerto Puri Medali merupakan dapur MBG milik Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group. Dapur tersebut beroperasi untuk menyiapkan sekitar 3.700 porsi MBG per hari.

Saat ledakan terjadi, proses memasak belum dimulai. Para relawan masih berada dalam tahap persiapan bahan makanan untuk kegiatan memasak yang biasanya dimulai sekitar tengah malam. (cit)