5 Orang Jadi Korban Ledakan SPPG Mojokerto, 3 Luka Bakar Serius

oleh -40 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Salah satu korban luka bakar akibat ledakan di SPPG Mojokertoyang didga kebocoran gas. (Foto: Ist)

KILASJATIM.COM, Mojokerto – Ledakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali, Kecamatan Puri, Kamis (13/8/2026) malam, menyebabkan lima orang terluka. Tiga korban merupakan teknisi gas yang mengalami luka bakar serius, sedangkan dua lainnya relawan SPPG yang tertimpa reruntuhan plafon.

Kelima korban langsung dievakuasi ke rumah sakit. Tiga teknisi gas dari PT Energi Alam Utama mendapat perawatan di dua rumah sakit, sementara dua relawan dirawat di RSI Sakinah.

Tiga teknisi yang menjadi korban yakni Piter (36), Edi Suyanto (55), dan Kwin Lan (48). Piter, warga Porong, Sidoarjo, mengalami luka bakar sekitar 63 persen. Sementara Edi dan Kwin juga mengalami luka bakar serius.

Ketiganya berada di area persediaan gas di depan ruang pemorsian ketika ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

Satu teknisi dirawat di RSI Sakinah, sedangkan dua lainnya menjalani perawatan di RS Gatoel.

Sementara itu, dua korban lainnya adalah relawan SPPG Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33). Keduanya mengalami luka setelah tertimpa material plafon yang runtuh akibat kerasnya ledakan.

Robiatul mengatakan saat kejadian dirinya sedang menyiapkan bahan makanan di ruang persiapan. Ia bersama Maulin kemudian terjatuh setelah plafon ambruk.

“Kami berdua sama-sama terjatuh, saling membantu untuk bangun, lalu langsung lari keluar. Sudah banyak api di sekitar,” kata Robiatul di IGD RSI Sakinah, Jumat (14/8/2026).

Robiatul mengalami luka di kepala akibat tertimpa reruntuhan plafon. Ia juga mengeluhkan pusing dan sakit pada bagian punggung.

“Sekarang kepala saya masih pusing, punggung sakit,” ujarnya.

Maulin juga mengalami luka di kepala setelah tertimpa material atap. Selain itu, ia merasakan sakit pada pinggang kanan saat membantu Robiatul menyelamatkan diri.

Baca Juga :  APBN Kabupaten Sidoarjo Triwulan I 2025 Surplus Rp1,22 Triliun, Tanda Positif Pendanaan Pembangunan

Keduanya kemudian dibawa ke RSI Sakinah untuk mendapat perawatan.

Tiga teknisi mengalami luka bakar saat melakukan perbaikan instalasi gas di SPPG. Satpam SPPG Bagianto (62) mengatakan sebelum ledakan dirinya sempat mendengar suara seperti gas bocor.

“Sebelum ledakan saya dengar suara ngewes dulu, seperti suara gas elpiji bocor. Lumayan besar, terus meledak,” kata Bagianto.

Menurut Bagianto, instalasi gas sebelumnya baru diisi. Gas disebut tidak keluar sehingga teknisi melakukan perbaikan.

Saat perbaikan berlangsung, para relawan tetap melakukan persiapan bahan makanan. SPPG tersebut biasanya mulai memasak sekitar tengah malam untuk menyiapkan 3.700 porsi MBG.

Ledakan kemudian disusul kebakaran yang membuat atap empat ruangan ambruk. Api membakar bagian atas ruang pemorsian dan ruang omprengan.

Petugas mengerahkan sedikitnya dua truk pemadam kebakaran dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 22.30 WIB.

Hingga Jumat (14/8), kelima korban masih mendapat penanganan medis. Dua relawan dirawat di RSI Sakinah karena cedera akibat tertimpa reruntuhan, sedangkan tiga teknisi mendapat perawatan akibat luka bakar serius.

Kondisi detail ketiga teknisi masih menunggu keterangan medis lebih lanjut.

Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Dugaan awal mengarah pada persoalan instalasi atau persediaan gas, tetapi belum ada kesimpulan resmi.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin menegaskan pihaknya fokus pada evakuasi korban dan penanganan kebakaran.

“Mungkin nanti rekan-rekan kepolisian yang akan menyelidiki penyebabnya. Kami hanya fokus ke evakuasi korban dan pemadaman api,” ujarnya. (cit)