KILASJATIM.COM, Surabaya – Aksi pencurian fasilitas umum (fasum) di Surabaya kini menjadi perhatian serius. Untuk membantu mengungkap pelaku, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menggelar semacam sayembara dengan memberikan hadiah Rp300 ribu kepada warga yang berhasil merekam aksi pencurian.
Program tersebut berlaku bagi warga yang dapat mendokumentasikan pelaku saat beraksi, baik melalui foto maupun video. Bukti itu kemudian diunggah ke akun Instagram resmi DLH Surabaya untuk ditindaklanjuti.
Kepala DLH Surabaya M. Fikser mengatakan, program itu bukan sekadar mengajak masyarakat melapor, melainkan melibatkan warga dalam menjaga aset publik.
“Bukan hanya melapor kehilangan, tetapi harus ada bukti pelaku saat melakukan pencurian. Cukup foto atau video, kirim ke Instagram DLH, nanti kami respons dan pemberi informasi mendapat Rp300 ribu,” kata Fikser, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Fikser, aksi pencurian fasilitas umum masih sering terjadi di berbagai taman kota. Barang yang menjadi sasaran tidak hanya kursi besi, tetapi juga kabel lampu hias, pot tanaman, hingga bunga.
Ia mengungkapkan, Surabaya memiliki lebih dari 800 taman, termasuk 47 taman aktif yang menjadi ruang berkumpul warga. Karena itu, keberadaan fasilitas di dalamnya harus dijaga bersama.
Salah satu fasilitas yang paling sering hilang adalah kursi besi di taman maupun jalur pedestrian. Padahal, harga satu unit kursi mencapai lebih dari Rp3 juta dan telah dipasang menggunakan baut khusus serta dilas agar tidak mudah dicuri.
Selain itu, pencuri juga kerap menyasar kabel lampu hias yang terpasang di kawasan Sungai Kalimas, taman kota, hingga pepohonan. Bahkan, dalam satu kali aksi, pelaku diduga mampu membawa kabur kabel sepanjang puluhan meter.
Fikser menduga pencurian dilakukan secara berkelompok karena membutuhkan keahlian dan waktu yang singkat untuk melepas instalasi kabel.
Melalui program apresiasi tersebut, DLH berharap semakin banyak warga yang ikut mengawasi fasilitas umum di lingkungannya. Dengan keterlibatan masyarakat, aksi pencurian diharapkan bisa ditekan sehingga taman dan ruang publik tetap nyaman digunakan serta menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun investor. (cit)
