Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis Jadi US$145,3 Miliar

oleh -280 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok/ist

KILASJATIM.COM, Jakarta – Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tetap berada di level yang kuat meski turun tipis. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa sebesar US$145,3 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang mencapai US$145,6 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Di sisi lain, posisi cadangan devisa tetap ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan obligasi global (global bond) pemerintah.

“Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, cadangan devisa saat ini masih memadai untuk menopang ketahanan sektor eksternal, sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.

BI juga optimistis ketahanan eksternal Indonesia akan tetap terjaga. Keyakinan itu didukung posisi cadangan devisa yang kuat, aliran masuk modal asing, serta persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan daya tarik imbal hasil investasi domestik.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas perekonomian demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ramdan.

Dengan posisi cadangan devisa yang masih jauh di atas standar internasional, BI menilai Indonesia memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi dinamika ekonomi global ke depan. (cit)

Baca Juga :  Harga Emas Antam Melonjak, 1 Gram Tembus Rp 1,928 Juta