Kisah Haru Siswi SMAN 1 Tenggarang, Berjalan Kaki ke Sekolah hingga Dapat Sepeda dari Guru

oleh -513 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Setiap pagi, Dewi Nirmala Indri melangkahkan kaki menyusuri jalan dari kawasan Perumahan Bataan menuju SMAN 1 Tenggarang. Perjalanan yang harus ditempuh dengan berjalan kaki itu bukan karena pilihan, melainkan akibat keterbatasan ekonomi yang dihadapi keluarganya. Namun, kegigihan siswi kelas X-B tersebut justru mengantarkannya pada sebuah kepedulian yang mengubah hari-harinya.

Melihat perjuangan Dewi, SMAN 1 Tenggarang memberikan bantuan berupa satu unit sepeda agar ia dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih mudah. Bantuan itu menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga hadir memberikan solusi bagi peserta didik yang membutuhkan.

Kisah Dewi bermula saat Kepala SMAN 1 Tenggarang, Ahmad Junaidi, S.Ag., M.Pd.I., melihat seorang siswi berseragam berjalan kaki menuju sekolah di tengah ramainya lalu lintas. Rasa penasaran membuatnya meminta wali kelas X-B, Supriyadi, bersama guru Bimbingan dan Konseling menelusuri siapa siswi tersebut.

Saat dipanggil ke ruang kepala sekolah, Dewi menceritakan kehidupan yang dijalaninya. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara sang ibu tengah berjuang melawan penyakit jantung. Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, ia tinggal bersama ibu dan seorang kakaknya di sebuah rumah kosong milik warga di kawasan Perumahan Bataan yang dipinjamkan untuk ditempati sementara.

Di balik semangat belajarnya, Dewi juga memikul tanggung jawab membantu keluarga. Setiap malam, ia bekerja sebagai pencuci piring di sebuah warung nasi goreng bersama kakaknya. Meski harus bekerja hingga larut malam, keesokan harinya ia tetap berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki tanpa pernah mengeluh.

Perjuangan itu akhirnya menggugah hati keluarga besar SMAN 1 Tenggarang. Sekolah pun menyerahkan satu unit sepeda yang dapat digunakan Dewi selama menjalani pendidikan.

Baca Juga :  Bondowoso Perkuat Validasi Data Kemiskinan, Sekda Fathur Rozi Tekankan Kolaborasi

Kepala SMAN 1 Tenggarang, Ahmad Junaidi, mengatakan bantuan tersebut diberikan dengan sistem hak pakai sehingga sepeda tetap menjadi aset sekolah dan nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh peserta didik lain yang memiliki kondisi serupa.

“Kami ingin memastikan tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan transportasi. Selama Dewi bersekolah, sepeda ini dapat digunakan untuk menunjang aktivitasnya. Setelah lulus, sepeda akan dimanfaatkan oleh siswa lain yang membutuhkan,” ujarnya.

Aksi kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso, Drs. Slamet Riyadi, M.Pd. Menurutnya, langkah yang dilakukan SMAN 1 Tenggarang merupakan implementasi nyata pendidikan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap peserta didik.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso, Budi Santoso, M.Pd. Ia menilai sekolah telah menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kepedulian terhadap kondisi sosial peserta didiknya.

Bagi Dewi, sepeda tersebut bukan sekadar alat transportasi. Bantuan itu menjadi simbol harapan baru untuk terus melangkah menggapai cita-cita. Kisahnya sekaligus menjadi pengingat bahwa sebuah kepedulian sederhana mampu menghadirkan perubahan besar bagi masa depan seorang anak.(wan)