KILASJATIM.COM, Malang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua helikopter water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Langkah ini diambil setelah upaya pemadaman dari darat terkendala medan terjal dan titik api yang sulit dijangkau.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, kebakaran yang terjadi sejak beberapa hari terakhir diperkirakan telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.
“Satgas darat sudah berupaya memadamkan api. Namun medannya sulit dan titik kebakaran tidak bisa dijangkau personel, sehingga diperlukan bantuan helikopter water bombing,” kata Suharyanto, Rabu (5/8/2026).
Dua helikopter yang disiapkan masih bersifat sementara. BNPB akan mengevaluasi kebutuhan armada tambahan setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran.
“Nanti akan kami asesmen apakah dua helikopter sudah cukup atau masih perlu penambahan,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, penggunaan helikopter water bombing bukan kali pertama dilakukan di kawasan Bromo. Pada kebakaran tahun 2023, metode serupa dinilai efektif mempercepat pemadaman di area yang sulit diakses melalui jalur darat.
Api Meluas hingga Watugede dan B29
Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan kebakaran terus meluas hingga kawasan perbukitan di atas Watugede dan B29.
“Pagi tadi kondisi terkini berada di atas Watugede dan B29,” katanya.
Ia menjelaskan, musim kemarau membuat vegetasi di kawasan TNBTS mengering sehingga api lebih mudah menyebar. Kondisi tersebut diperparah embusan angin yang memicu munculnya titik-titik api baru.
“Faktor angin dan musim kemarau menyebabkan vegetasi kering sehingga api cepat merambat. Jarak penyebaran dari titik awal masih belum dapat dipastikan,” ujarnya.
Akses Wisata Ditutup Sementara
Kebakaran diketahui mulai terjadi di Blok Bantengan TNBTS pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Sejak itu, tim gabungan terus melakukan pemadaman dari darat untuk mencegah api meluas.
Untuk mendukung proses penanganan sekaligus menjamin keselamatan pengunjung, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penutupan berlaku sejak Senin malam dan akan berlangsung hingga kondisi kebakaran dinyatakan aman.
Dengan dukungan pemadaman dari udara, BNPB berharap penyebaran api dapat segera dikendalikan sehingga kerusakan kawasan konservasi tidak semakin meluas. (cit)
