KILASJATIM.COM, Surabaya – Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Senin (3/8/2026). Tangis keluarga pecah saat mereka datang untuk menyerahkan data ante mortem guna membantu proses identifikasi korban meninggal dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura.
Hingga Senin pagi, lima kantong jenazah telah diterima tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara. Seluruh jenazah langsung dibawa ke ruang forensik untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.
Kedatangan jenazah berlangsung secara bertahap. Dua kantong jenazah tiba pada Senin dini hari, satu kantong lainnya datang sekitar pukul 08.00 WIB, disusul dua kantong terakhir sekitar pukul 09.00 WIB.
Untuk mempercepat proses identifikasi, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur membuka posko post mortem yang terintegrasi dengan pengumpulan data ante mortem dari keluarga korban.
Data yang dikumpulkan, seperti identitas pribadi, ciri fisik, rekam medis, hingga data pendukung lainnya, akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan forensik guna memastikan identitas masing-masing korban.
Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim AKBP dr. Adam Bimantoro membenarkan seluruh jenazah telah diterima tim DVI dan kini tengah menjalani proses identifikasi.
“Iya, sudah ada beberapa kantong jenazah di lokasi. Mohon waktu, nanti rincian resminya akan disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Jatim,” ujar dr. Adam.
Proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI) untuk memastikan identitas korban secara akurat sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, keluarga korban terus berdatangan ke RS Bhayangkara untuk memberikan data yang dibutuhkan petugas. Suasana haru tampak menyelimuti area posko identifikasi, di mana sejumlah keluarga berharap kepastian mengenai anggota keluarganya yang menjadi korban kebakaran kapal tersebut.
KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8/2026). Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan proses pencarian dan verifikasi data penumpang, sementara identifikasi terhadap lima korban meninggal terus dikebut agar segera dapat diserahkan kepada pihak keluarga. (cit)
