PWI Jatim: Media Harus Adaptif Hadapi AI dan Platform Digital demi Jaga Kepercayaan Publik

oleh -339 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim, menegaskan media massa harus terus beradaptasi menghadapi disrupsi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan pesatnya perkembangan platform digital agar tetap mampu menjaga kepercayaan publik.

Hal tersebut disampaikan Lutfil saat memberikan sambutan dalam ajang Radar Surabaya Awards 2026 yang digelar di Surabaya, Kamis (30/7/2026).

Dalam sambutannya, Lutfil terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada Radar Surabaya yang berhasil bertahan lebih dari 25 tahun di tengah berbagai perubahan besar yang melanda industri media.

Menurutnya, usia tersebut menjadi bukti bahwa Radar Surabaya mampu melewati beragam tantangan, mulai dari dinamika politik nasional, krisis ekonomi, transformasi media dari platform cetak ke digital, hingga pandemi Covid-19.

“Kalau ada media bisa bertahan sampai 25 tahun seperti ini, saya kira ini sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa Radar Surabaya mampu menghadapi perubahan-perubahan yang dahsyat,” ujar Lutfil.

Ia menjelaskan, tantangan industri pers terus berkembang seiring perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Peralihan konsumsi media ke platform digital membuat perusahaan pers kini tidak hanya bersaing dengan sesama media, tetapi juga dengan berbagai platform digital yang turut memperebutkan perhatian publik dan belanja iklan.

Memasuki era kecerdasan artifisial, tantangan tersebut semakin kompleks. Menurut Lutfil, algoritma platform digital kini berpengaruh besar terhadap pola konsumsi informasi masyarakat, sehingga media dituntut mampu berinovasi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

“Media sekarang langsung berhadapan dengan AI, langsung berhadapan dengan algoritma. Yang paling penting adalah bagaimana mampu melakukan adaptasi terhadap perubahan dan mampu menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Lutfil juga menyoroti semakin besarnya pengaruh kreator konten dan podcaster yang mampu menjangkau jutaan audiens melalui media sosial dan platform digital, meski tidak bekerja dengan mekanisme jurnalistik sebagaimana perusahaan pers.

Baca Juga :  Pertamina Jaga Keandalan Pasokan Energi Jatim-Balinus Jelang Musim Liburan

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus momentum bagi media arus utama untuk semakin mengedepankan kualitas, akurasi, dan kredibilitas informasi yang disajikan kepada masyarakat.

“Keunggulan media profesional ada pada proses verifikasi, akurasi, dan tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan. Nilai inilah yang harus terus dijaga agar kepercayaan publik tetap terpelihara,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Lutfil juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima Radar Surabaya Awards 2026. Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, melainkan juga amanah yang harus dijaga melalui dedikasi dan inovasi dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Menurutnya, penghargaan yang diterima hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya dan pengabdian di bidang masing-masing.

“Yang terpenting bukan selebrasi menerima trofi, tetapi bagaimana penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus berkarya, berdedikasi, berinovasi, dan semuanya berujung pada kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Lutfil berharap media massa di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, mampu terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati dirinya sebagai penyedia informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya publik.(ara)