KILASJATIM.COM, Surabaya – Belajar dari insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Mei lalu, RSUD Dr Soetomo memperkuat sistem kesiapsiagaan dengan menggelar simulasi gempa bumi dan kebakaran (Disaster and Fire Drill), Jumat (31/7/2026).
Simulasi digelar di Gedung Pusat Diagnosis Terpadu (GPDT) dan Gedung Onkologi dengan melibatkan 250 pegawai dari berbagai profesi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi RSUD Dr Soetomo bersama BPBD Jawa Timur, BPBD Kota Surabaya, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa bersama jajaran direksi memantau langsung jalannya simulasi. Penanganan skenario kedaruratan dipimpin Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan Prof. Dr. Ahmad Suryawan selaku Incident Commander.
Turut hadir mewakili Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim Dadang Iqwandi, Senior Fire Protection Engineer Setiabudi Anurcahya, tim BPBD Kota Surabaya, serta personel Damkar Surabaya.
Sebelum simulasi lapangan dimulai, seluruh peserta mengikuti Table Top Exercise (TTX) untuk menyamakan prosedur dan alur koordinasi saat menghadapi kondisi darurat.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan latihan berkala menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan rumah sakit menghadapi berbagai potensi bencana.
“Latihan ini diharapkan membuat seluruh pegawai memahami peran dan langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat sehingga penanganan dapat berlangsung cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan BPBD Jatim, BPBD Kota Surabaya, Damkar Surabaya, serta unsur TNI dan Polri yang terlibat dalam pelaksanaan simulasi.
Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim Dadang Iqwandi menilai simulasi berjalan baik karena diawali dengan koordinasi dan gladi TTX yang matang. Meski demikian, sejumlah catatan evaluasi akan menjadi bahan penyempurnaan prosedur penanganan bencana di lingkungan rumah sakit.
“Kami berharap kapasitas kebencanaan di RSUD Dr Soetomo terus meningkat sehingga ketika terjadi kondisi darurat, seluruh petugas siap melakukan evakuasi dan penanganan secara cepat,” kata Dadang.
Melalui simulasi ini, RSUD Dr Soetomo dan BPBD Jatim berupaya membangun budaya tanggap bencana di lingkungan rumah sakit guna memastikan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung saat menghadapi situasi darurat. (FRI/cit)
