Pagar Tinggi Mall Surabaya Dinilai Kurangi Keterbukaan Ruang Publik

oleh -302 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Fenomena pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menjadi sorotan dari sisi arsitektur dan tata kota. Selain berfungsi sebagai pengamanan kawasan, keberadaan pagar dinilai dapat memengaruhi estetika bangunan sekaligus mengubah kesan ruang publik yang seharusnya terbuka bagi masyarakat.

Dosen Arsitektur Universitas Kristen Petra sekaligus Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra, Rully Damayanti, S.T., M.Art., Ph.D., menjelaskan bahwa desain pagar idealnya memiliki keselarasan visual dengan bangunan utama melalui pengulangan elemen material, warna, maupun bentuk agar tercipta kesatuan desain.

Menurutnya, pagar yang terlalu tinggi berpotensi membatasi pandangan visual masyarakat dan menimbulkan kesan eksklusif pada bangunan. Padahal, pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai ruang komersial, tetapi juga ruang sosial yang dapat diakses publik.

Rully menilai tren tersebut sejalan dengan konsep arsitektur defensif, yakni pendekatan desain yang mengutamakan keamanan melalui berbagai elemen fisik seperti pagar, dinding, pencahayaan, lansekap, hingga pengaturan akses dan sirkulasi. Tujuannya untuk mencegah kejahatan, vandalisme, maupun gangguan terhadap fasilitas. “Pagar tinggi dengan elemen tertentu dapat menjadi bagian dari strategi defensif untuk menghambat intrusi. Namun, aspek keterbukaan ruang juga perlu dipertimbangkan,” ujar Rully.

Sebagai alternatif, Rully menawarkan konsep soft border atau pembatas yang lebih ramah, seperti pagar tanaman, struktur transparan, maupun pagar dengan ketinggian terbatas sekitar 80 sentimeter. Konsep ini dinilai mampu menjaga fungsi keamanan tanpa memutus hubungan visual antara bangunan dan masyarakat.

Ia menegaskan, setiap pengelola kawasan memiliki pertimbangan keamanan dan kebijakan masing-masing. Namun, keseimbangan antara keamanan, estetika, dan keterbukaan ruang publik tetap penting dalam perancangan lingkungan perkotaan.(tok)

Baca Juga :  Jadi Inspirasi, Sukses Bisnis Sekaligus Sukses Akademik jadi Dokter