Hari Anak Nasional, Khofifah Ajak Cegah Kekerasan Anak

oleh -58 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Hari Anak Nasional, Khofifah Soroti Perlindungan dan Hak Anak. (Foto: dok Humas Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai prioritas. Menurutnya, anak-anak merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang diperingati pada Kamis (23/7/2026) dengan tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”.

Khofifah menilai setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, bebas dari kekerasan dan diskriminasi, serta memperoleh pendidikan yang layak agar mampu berkembang sesuai potensinya.

“Anak-anak adalah pemimpin masa depan. Investasi terbaik adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, serta mendapat perlindungan,” kata Khofifah.

Ia mengingatkan tantangan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks, mulai dari perundungan, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, dampak perkembangan teknologi digital, hingga persoalan kesehatan mental.

Karena itu, perlindungan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurut Khofifah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga berbagai pemangku kepentingan perlu berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

“Perlindungan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan gotong royong semua pihak agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai tempat pertama membentuk karakter anak. Nilai kejujuran, disiplin, empati, tanggung jawab, dan toleransi dinilai harus ditanamkan sejak dini.

Di sisi lain, ia mendorong anak-anak memanfaatkan teknologi secara bijak untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan prestasi, bukan untuk aktivitas yang berdampak negatif.

Peringatan Hari Anak Nasional, menurut Khofifah, harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (FRI/cit)

Baca Juga :  Narkoba dan Judi Terbanyak Dijaring Operasi Pekat Semeru 2025 di Trenggalek