Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN

oleh -137 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Nanik Sudarti Deyang mundur sebagai Kepala BGN untuk fokus pengobatan jantung. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu diambil karena kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Kabar tersebut disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Ia mengatakan Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026).

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza melalui akun Instagram resminya.

Dirgayuza menilai Nanik sebagai sosok yang selama ini memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat. Menurutnya, Nanik konsisten memperjuangkan berbagai isu kemanusiaan, mulai dari kasus tenaga kerja migran Wilfrida Soik hingga menggagas program becak listrik bagi pengayuh becak lanjut usia.

Sementara itu, melalui akun Facebook resminya, Nanik menjelaskan keputusan mundur diambil demi memprioritaskan pemulihan kesehatannya. Ia mengaku telah meminta izin kepada Presiden untuk menjalani pemeriksaan lanjutan atau second opinion di luar negeri.

“Dengan berat hati saya pamit kepada Bapak Presiden untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri,” tulis Nanik.

Meski melepas jabatan Kepala BGN, Nanik mengungkapkan Presiden Prabowo telah menyetujui pengunduran dirinya dan meminta tetap berkontribusi mengawal BGN melalui dewan pengawas yang rencananya akan dibentuk.

Menurut Nanik, selama menjabat ia telah memulai sejumlah langkah pembenahan di internal BGN. Salah satunya merombak jajaran pejabat eselon I dengan melibatkan unsur dari lima kementerian dan lembaga agar organisasi diisi tenaga profesional sesuai bidangnya.

Selain itu, BGN juga membentuk 11 tim reformasi untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Tim tersebut antara lain bertugas mengevaluasi ketepatan sasaran lebih dari 62 juta penerima manfaat, menilai kelayakan 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, memperkuat layanan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), hingga mendorong efisiensi program.

Baca Juga :  Wagub Jatim Pastikan 261 Korban Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Ditangani Optimal

Di akhir pesannya, Nanik menyatakan optimistis kepemimpinan BGN akan berlanjut dengan baik. Ia menyebut penggantinya merupakan sosok yang dikenalnya sehingga diharapkan mampu menjaga arah reformasi dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (cit)