KILASJATIM.COM, Surabaya – Kondisi kesehatan menjadi alasan utama Nanik S Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengaku harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri sehingga memilih melepas jabatan yang baru diembannya demi fokus pada proses pemulihan.
Keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam unggahan di akun Facebook resminya, Rabu (22/7/2026), Nanik mengungkapkan dirinya akan berangkat ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan jantung.
“Dengan berat hati saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan jantung di luar negeri,” tulis Nanik.
Ia menjelaskan, pengobatan ke luar negeri bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya berdasarkan rekomendasi dari rekan yang dikenalnya.
Nanik mengatakan Presiden Prabowo memahami kondisinya dan menyetujui pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN. Meski demikian, ia diminta tetap memberikan masukan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dewan pengawas yang rencananya akan dibentuk.
Selain mengungkap alasan mundur, Nanik menyampaikan selama memimpin BGN ia telah memulai sejumlah pembenahan internal. Di antaranya merombak lima jabatan eselon I dengan melibatkan pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga untuk memperkuat profesionalisme organisasi.
BGN juga membentuk 11 tim reformasi yang bertugas mengevaluasi pelaksanaan Program MBG, mulai dari memastikan lebih dari 62 juta penerima manfaat tepat sasaran, mengevaluasi 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga memperkuat pelaksanaan program di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Dengan mundurnya Nanik, BGN dipastikan akan dipimpin pejabat baru. Sementara itu, proses reformasi dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tetap berjalan sesuai target pemerintah. (cit)
