FPU Desak Penetapan Rektor Definitif UINSA demi Stabilitas Tata Kelola Kampus

oleh -338 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Forum Penyelamat UIN Sunan Ampel (FPU) mendesak Menteri Agama RI segera menetapkan dan melantik rektor definitif Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026–2030. Kepastian kepemimpinan dinilai penting untuk mengakhiri masa transisi dan memastikan tata kelola serta aktivitas akademik kampus berjalan optimal.

Desakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Tasyakuran dan Doa Bersama untuk UINSA yang digelar FPU di Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, Jalan Ahmad Yani 117, Surabaya, Senin (20/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri atas dosen, guru besar, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, serta sejumlah dosen senior dan purnatugas.

Koordinator FPU, Suhermanto Ja’far, mengapresiasi langkah Menteri Agama yang telah mengganti Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UINSA dari Prof. Akh. Muzakki kepada Prof. Suyitno. Menurutnya, pergantian tersebut merupakan langkah positif untuk menjaga stabilitas kampus.

Namun demikian, ia menilai proses tersebut harus segera dilanjutkan dengan penetapan rektor definitif agar tidak menimbulkan ketidakpastian di lingkungan akademik.

“Kami bersyukur karena pergantian Plt merupakan langkah yang baik untuk menjaga stabilitas kampus. Namun, yang lebih penting sekarang adalah percepatan penetapan rektor definitif agar tata kelola UINSA kembali berjalan normal dan memberikan kepastian bagi seluruh civitas akademika,” ujar Suhermanto.

Ia menambahkan, berbagai masukan mengenai tata kelola kampus telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Momentum pergantian Plt diharapkan menjadi titik awal pembenahan sekaligus memperkuat iklim akademik yang lebih kondusif.

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UINSA Ahmad Bajuri menegaskan keterlibatan alumni merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap almamater.

“IKA UINSA hadir bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Kami hadir karena merasa UINSA adalah rumah bersama. Ketika banyak warga kampus berharap adanya perbaikan tata kelola, alumni memiliki kewajiban moral untuk ikut memberikan pemikiran dan dukungan demi kemajuan almamater,” katanya.

Baca Juga :  Telkom University Kampus Surabaya Gelar Workshop Digital Marketing Sasar UMKM Bubutan

Sementara itu, perwakilan dosen, Dr. Drs. H. Cholil, M.Pd.I., berharap kepemimpinan UINSA ke depan mampu mengedepankan nilai keterbukaan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap seluruh sivitas akademika.

Harapan serupa disampaikan Presiden Mahasiswa UINSA, Ale Fadlurrahman. Ia meminta proses penetapan rektor definitif segera dituntaskan agar pelayanan akademik kepada mahasiswa dapat berjalan tanpa hambatan.

“Mahasiswa menginginkan kepastian kepemimpinan agar seluruh proses akademik dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dosen senior purnatugas Moh. Syarifudin, M.H., mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan jati diri UIN Sunan Ampel sebagai perguruan tinggi yang berakar kuat pada tradisi pesantren dan wakaf masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Sodiq, kemudian dilanjutkan makan bersama menggunakan 15 tumpeng sumbangan para donatur sebagai simbol rasa syukur sekaligus harapan memasuki babak baru kepemimpinan UINSA.

Melalui forum tersebut, FPU berharap Menteri Agama segera menetapkan rektor definitif sesuai ketentuan yang berlaku sehingga stabilitas organisasi, pelayanan akademik, dan pengembangan UIN Sunan Ampel Surabaya dapat berlangsung secara optimal.(FRI)