Jatim Catat Transaksi Koperasi Merah Putih Tertinggi, Tembus Rp 17,45 Miliar

oleh -525 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Koperasi Merah Putih Jatim Raup Transaksi Rp 17,45 Miliar. (Foto: dok Pemprov Jatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Jawa Timur mencatat nilai transaksi tertinggi secara nasional pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga 7 Juli 2026, total transaksi koperasi di provinsi ini mencapai Rp 17,45 miliar, atau lebih dari separuh total transaksi nasional yang sebesar Rp 30,06 miliar.

Data tersebut mengacu pada dashboard simkopdes.go.id. Capaian ini sekaligus menunjukkan koperasi yang telah terbentuk mulai menjalankan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai tingginya nilai transaksi menjadi indikator bahwa koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga telah beroperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, pengurus koperasi, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis desa.

Sebelumnya, Jawa Timur juga menjadi provinsi pertama yang menuntaskan pembentukan badan hukum 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Fondasi kelembagaan itu dinilai mempercepat operasional koperasi di seluruh wilayah.

Khofifah mengatakan, tantangan berikutnya bukan lagi membentuk koperasi, melainkan memastikan koperasi mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.

“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih perlu memperkuat kolaborasi dengan UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif agar tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.

Khofifah optimistis nilai transaksi koperasi di Jawa Timur akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, koperasi yang sehat dan aktif akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (FRI/cit)

Baca Juga :  Sukses Pimpin Even G20, Jokowi Percayakan Perhelatan Besar Kepada Erick Thohir