RI Ekspor Perdana 102 Ton Udang Vaname ke Amerika Serikat

oleh -55 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok ID FOOD

KILASJATIM.COM, Gresik – PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD resmi mengekspor perdana udang vaname ke Amerika Serikat (AS). Pengiriman dari Gresik, Jawa Timur, ini menjadi langkah awal perseroan memperluas pasar ekspor produk perikanan sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Pada pengiriman perdana yang dilakukan Rabu (15/7), Holding BUMN Pangan tersebut mengirim enam kontainer udang vaname dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer. Total volume ekspor mencapai sekitar 102 ton.

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan ekspor ini menjadi strategi perusahaan untuk mengembangkan pasar udang vaname Indonesia di tengah meningkatnya permintaan global.

“Ekspor perdana ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pasar udang vaname. Kami memastikan seluruh rantai pasok, mulai dari pembelian, pengolahan hingga pengapalan, berjalan sesuai standar negara tujuan,” ujar Ghimoyo dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Usai pengiriman perdana, ID FOOD menargetkan ekspor rutin sebanyak delapan kontainer setiap bulan. Dengan kapasitas sekitar 17 ton per kontainer, volume ekspor diperkirakan mencapai 136 ton per bulan.

Hingga akhir 2026, perseroan membidik ekspor sebanyak 72 kontainer dengan nilai sekitar Rp 218,5 miliar. Target tersebut disiapkan untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus memenuhi permintaan pasar internasional.

Untuk pasar Amerika Serikat, ID FOOD bekerja sama dengan importir RCC dan Sterling Seafood Corporation. Selain AS, perusahaan juga memperluas pemasaran udang vaname ke Brunei Darussalam, Vietnam, dan Jepang sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar.

Produk yang diekspor terdiri dari udang mentah (raw) dan udang matang (cook). Variannya meliputi PTO (Peeled Tail On) atau udang kupas dengan ekor utuh serta PND (Peeled and Deveined), yakni udang yang telah dikupas dan dibersihkan sehingga siap diolah.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Rp32 Ribu per Gram, Tembus Rp2,12 Juta

Menurut Ghimoyo, pengembangan ekspor tidak hanya mengejar peningkatan penjualan, tetapi juga memperkuat rantai pasok yang berkelanjutan agar produk perikanan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

“Kami akan terus memperkuat pengelolaan rantai pasok, meningkatkan kapasitas dan kontinuitas pasokan, serta menjajaki peluang pasar baru,” katanya. (cit)