Ini Jurus Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, Pelabuhan Jangkar Dioptimalkan

oleh -50 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kemacetan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang kini tak hanya terjadi saat musim liburan menjadi perhatian pemerintah. Sejumlah langkah disiapkan untuk menambah kapasitas penyeberangan, mulai dari pembangunan dermaga baru, pengoperasian kapal berukuran besar hingga optimalisasi pelabuhan alternatif.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Dudy mengatakan peningkatan kapasitas penyeberangan menjadi prioritas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat Natal dan Tahun Baru maupun Idulfitri. Namun, upaya itu juga diperlukan karena kepadatan kini mulai terjadi pada hari-hari biasa.

“Beberapa alternatif solusi sudah kami persiapkan untuk mengoptimalkan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” kata Dudy.

Skema yang disiapkan meliputi pembangunan dermaga baru, optimalisasi dermaga yang sudah beroperasi, serta pengoperasian kapal berkapasitas lebih besar. Kementerian Perhubungan juga meminta PT ASDP Indonesia Ferry mengganti kapal-kapal kecil dengan kapal berdaya angkut lebih besar agar arus kendaraan dan penumpang semakin lancar.

Selain itu, sejumlah pelabuhan di Jawa Timur akan dioptimalkan sebagai penyangga, yakni Pelabuhan Jangkar di Situbondo, Pelabuhan Tanjungwangi, dan Pelabuhan Ketapang. Di sisi lain, Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara disiapkan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi beban Pelabuhan Gilimanuk saat terjadi lonjakan penyeberangan.

Menurut Dudy, kombinasi langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan yang selama ini kerap terjadi, terutama pada periode libur panjang.

Sementara itu, Khofifah menyebut pertemuan bersama Kementerian Perhubungan menghasilkan sejumlah pembahasan strategis yang berdampak langsung pada konektivitas transportasi di Jawa Timur.

“Pertemuan ini sangat produktif. Banyak hal strategis yang kami bahas bersama tim dari kedua belah pihak,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rencana yang telah dibahas segera direalisasikan sehingga kemacetan di lintasan Ketapang-Gilimanuk dapat teratasi. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, langkah tersebut juga diharapkan memperkuat distribusi logistik dan konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. (FRI/cit) 

Baca Juga :  Banyak Diminati Pasar, Pemkab Banyuwangi Pacu Produksi Pisang Cavendish