Wapres Gibran Tinjau Pasar Induk Banyuwangi, Beri Sejumlah Catatan

oleh -29 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Gibran meninjau Gedung baru untuk pasar tradisional di Banyuwangi. (Foto: Ist)

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Pasar Induk Banyuwangi yang telah rampung direvitalisasi, Jumat (10/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran mengapresiasi konsep pasar modern berarsitektur Osing, sekaligus meminta sejumlah penyempurnaan sebelum pasar diserahterimakan ke pemerintah daerah.

Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta pejabat Kementerian Pekerjaan Umum, Gibran berkeliling sekitar 10 menit meninjau area pasar, mulai dari bagian depan, kios, los, hingga area kuliner.

Pasar yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp 152 miliar itu berdiri di atas lahan seluas 10.600 meter persegi. Bangunan dua lantai tersebut memiliki kapasitas 798 unit yang terdiri atas 397 kios, 356 los, dan 45 kios existing. Area pasar dibagi ke dalam sejumlah zona, seperti pangan basah, pangan kering, nonpangan, hingga kuliner.

Di hadapan perwakilan pedagang, Gibran menyampaikan apresiasinya terhadap hasil revitalisasi pasar.

“Selamat, ya. Pasarnya sudah bagus. Semoga tambah ramai,” ujar Gibran.

Wapres juga menilai konsep bangunan semi terbuka dengan arsitektur khas Suku Osing membuat pasar terasa lebih nyaman.

“Arsitekturnya bagus. Bangunannya open space sehingga tidak pengap. Menurut saya, Pasar Banyuwangi yang paling bagus dibandingkan pasar lain yang sudah direvitalisasi,” katanya.

Meski demikian, Gibran meminta beberapa penyempurnaan sebelum pasar resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Ia meminta kabel-kabel yang masih terlihat semrawut dirapikan serta seluruh lantai pasar dibersihkan agar siap digunakan pedagang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pasar tersebut mengusung konsep Pasar Wisata. Selain menjadi pusat perdagangan, kawasan itu juga disiapkan sebagai destinasi wisata kuliner dan lokasi berbagai kegiatan masyarakat.

“Kami berharap pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang publik dan destinasi wisata yang menarik,” ujar Ipuk. (cit)

Baca Juga :  Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah, Awali Pembangunan Museum Perjuangan Buruh di Nganjuk